Hingga 2019, PLN akan membangun pembangkit listrik hingga 253 megawatt (MW), jaringan transmisi 426 kilometer sirkuit (kms), dan 12 Gardu Induk (GI) untuk menerangi Bumi Cendrawasih. Semua ini adalah bagian dari program 35.000 MW.
Dalam foto-foto ini, tampak bagaimana upaya PLN membangun infrastruktur kelistrikan di Papua. Mengebor dan membangun tiang-tiang di tengah belantara Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
PLN tentu tak bisa bekerja sendirian dalam membangun kelistrikan di Papua. Dalam foto-foto tersebut juga ditunjukan adanya dukungan dari warga lokal Papua terhadap upaya yang dilakukan PLN. Aparat keamanan juga turut membantu.
Foto: Istimewa |
Foto: Istimewa |
Hasilnya, pada Senin (17/10/2016) lalu Presiden Jokowi meresmikan 6 infrastruktur kelistrikan di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Keenam infrastruktur kelistrikan tersebut yakni Pembangkit Listrik tenaga air Orya Genyem 2x10 MW. Pembangkit listrik Tenaga Mini Hidro Prafi 2x1,25 MW, Saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 70 kV Genyem -Waena- Jayapura sepanjang 174,6 km sirkuit.
Foto: Istimewa |
Kemudian, saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 70 kV Holtekamp - Jayapura sepanjang 43,4 km sirkuit, Gardu Induk Waena- Sentani 20 MVA, dan Gardu Induk Jayapura 20 MVA. Keseluruhan total proyek menghabiskan dana Rp 989 miliar.
Foto: Istimewa |
Ini baru awal, upaya menerangi Papua masih panjang. Infrastruktur-infrastruktur kelistrikan yang baru diresmikan Jokowi ini diharapkan dapat menjadi tonggak untuk pembangunan berbagai infrastruktur listrik lainnya di Papua.
Foto: Istimewa |












































Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa