Indocement Jadi Pelanggan Terbesar PLN di Jawa Barat

Indocement Jadi Pelanggan Terbesar PLN di Jawa Barat

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 20 Okt 2016 10:25 WIB
Indocement Jadi Pelanggan Terbesar PLN di Jawa Barat
Foto: Ari Saputra
Jakarta - PLN memenuhi permintaan tambah daya listrik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dari 180 MVA ke 220 MVA pada paruh kedua tahun 2016 ini, dengan penambahan ini sekaligus menjadikan Indocement sebagai pelanggan dengan daya terbesar bagi PLN Distribusi Jawa Barat.

Perubahan daya ini terkait dengan rencana adanya penambahan pabrik baru milik perusahaan yang terletak di daerah Citeureup Bogor tersebut.

"Sudah kewajiban kami untuk memenuhi permintaan tambah daya pelanggan, hal ini sebagai wujud komitmen kami dalam meningkatkan ekonomi dan industri nasional," ujar General Manager PLN, Iwan Purwana, dalam keterangan tertulis kepada media, Kamis (20/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pelanggan industri tegangan tinggi (daya di atas 30 MVA), listrik untuk Indocement dipasok dari Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kilo Volt, melalui Gardu Induk Semen Baru. Selain produsen Semen Tiga Roda ini, di wilayah Bogor ada 2 perusahaan lain yang juga tercatat sebagai pelanggan industri tegangan tinggi, yaitu PT Holcim Indonesia Tbk dan PT Aspex Kumbong.

Pada triwulan ketiga tahun 2016 ini, pemakaian listrik industri di wilayah Bogor tumbuh sekitar 6% menjadi 518,5 juta kWh, dari 489 juta kWh di periode yang sama tahun lalu. Beberapa jenis industri yang meningkat penggunaan listriknya antara lain industri pengolahan batu di wilayah Jasinga dan industri minuman kemasan.

Untuk memenuhi permintaan industri di Bogor dan Gunung Putri, PLN akan menambah trafo di dua Gardu Induk, yaitu Gardu Induk Semen Baru yang bertambah sebanyak 2 x 60 MVA dan Gardu Induk Sentul yang bertambah 1 x 60 MVA.

"PLN sangat mendukung tumbuhnya dunia bisnis dan industri. Beberapa program telah dan terus disempurnakan PLN untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha, sehingga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian Bangsa," pungkas Iwan. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads