"Enggak akan rugi. Saya kira kalau efisiensi di Pertamina, itu (BBM satu harga) pasti bisa," ujar Luhut di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (21/10/2016).
Pada sisi lain, kata Luhut memang volume BBM yang akan dipasok ke wilayah tersebut relatif kecil. Sehingga kebutuhan masih akan tertangani oleh BUMN tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar tersebut, menurut Luhut juga tidak perlu adanya subsidi dari pemerintah. Sehingga tidak ada risiko lagi atas pengelolaan anggaran di pemerintah. "Kita enggak subsidi. Pertamina yang mainkan nanti. Tidak akan mempengaruhi APBN," tegas Luhut
Program ini juga akan dievaluasi setiap tahunnya. Pemerintah akan segera mengambil tindakan bila ada hal yang berada di luar perencanaan.
"Kita lihat, kita akan evaluasi satu per satu. Tapi keinginan presiden untuk memberkan hak yang sama untuk orang orang yang jauh yang didaerah terpencil. Tinggal evaluasi satu satu," paparnya. (mkl/dna)











































