PLN Pakai Solar Rp 190 Miliar/Tahun Demi Terangi Pelosok Papua

PLN Pakai Solar Rp 190 Miliar/Tahun Demi Terangi Pelosok Papua

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 28 Okt 2016 11:15 WIB
PLN Pakai Solar Rp 190 Miliar/Tahun Demi Terangi Pelosok Papua
Foto: Istimewa
Mimika - PT PLN (Persero) menargetkan bisa menerangi semua kabupaten di pegunungan Papua di akhir tahun 2017. Total ada 14 kabupaten yang harus dilistriki. Pada 17 Agustus 2016 lalu, PLN sudah masuk ke Kabupaten Teluk Wondama, Raja Ampat, dan Pegunungan Arfak.

Kemudian di Hari Listrik Nasional tanggal ke-71 pada 27 Oktober 2016 kemarin, giliran 2 kabupaten di pedalaman Papua yang terang benderang berkat PLN, yaitu Kabupaten Deiyai dan Yahukimo.

PLN mau tak mau menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) untuk melistriki sebagian besar wilayah pedalaman Papua ini karena pembangkit listrik jenis lain kurang memungkinkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN, Haryanto WS, mengungkapkan bahwa pihaknya harus mengeluarkan kurang lebih Rp 190 miliar untuk solar bahan bakar PLTD. Itu belum termasuk biaya-biaya lainnya.

"Tambahan biaya operasinya Rp 190 miliar per tahun. Untuk beli BBM itu Rp 190 miliar, untuk bahan bakar saja, belum biaya pegawai," kata Haryanto kepada detikFinance di Mimika, Jumat (28/10/2016).

Bahan bakar minyak (BBM) untuk PLTD mahal terutama karena ongkos angkutnya. Infrastruktur perhubungan ke 14 kabupaten di pegunungan Papua masih buruk. BBM harus diangkut dengan truk melalui jalur darat yang medannya berat, atau bahkan dengan pesawat karena tak ada jalur darat dan laut.

"Kita mengirim BBM untuk PLTD bukan hanya lewat darat dan laut, di Wamena itu kita kirim lewat udara pakai pesawat," tutur Haryono.

Selain itu, PLN juga harus menggelontorkan Rp 160 miliar untuk penambahan mesin-mesin, jaringan, lahan, dan sebagainya. "Untuk 14 kabupaten itu, PLN akan mengeluarkan dana investasi Rp 160 miliar per tahun," ujarnya.

Meski harus berkorban Rp 350 miliar per tahun, PLN tak keberatan karena sudah menjadi kewajibannya menerangi seluruh Nusantara. Warga Papua juga berhak mendapatkan listrik seperti halnya Jawa, Sumatera, dan sebagainya.

PLN pertama-tama akan membangun dulu jaringan listrik di ibu kota kecamatan (distrik) yang sudah ada jalan raya. Kemudian jaringan diperluas ke desa-desa terdekat yang sudah terhubung oleh jalan raya dengan ibu kota kecamatan.

"Kita akan selesaikan sampai 2017, tinggal 9 kabupaten lagi. Sekarang ke Yahukimo dan Deiyai sudah. Pertama sasarannya ibu kota kecamatan dulu. Kemudian kita kejar desa-desa yang bisa disambung dari ibu kota kecamatan. Kita lihat jumlah penduduknya, aksesnya, potensi energi yang bisa dikembangkan," paparnya.

"Jadi PR (pekerjaan rumah) pegawai PLN di pedalaman Papua adalah melistriki ibu kota kecamatan dan desa-desa di sekitarnya, meningkatkan rasio elektrifikasi. Saya mengukur kinerja mereka dari peningkatan rasio elektrifikasi. Kalau kerjanya jelek ya nggak dapat bonus," tutupnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads