Pencuri Panel Surya di Papua Beroperasi Malam Hari, Bawa Panah dan Golok

Pencuri Panel Surya di Papua Beroperasi Malam Hari, Bawa Panah dan Golok

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 29 Okt 2016 19:10 WIB
Pencuri Panel Surya di Papua Beroperasi Malam Hari, Bawa Panah dan Golok
Foto: Michael Agustinus
Deiyai - PT PLN (Persero) mengalami banyak kesulitan dalam proses membuat Papua terang benderang seperti permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain medan Papua yang tangguh, ditambah lagi marak pencuri peralatan listrik di malam hari.

PLN sendiri menargetkan bisa menerangi semua kabupaten di pegunungan Papua di akhir tahun 2017. Total ada 14 kabupaten yang harus dilistriki. Pada 17 Agustus 2016 lalu, PLN sudah masuk ke Kabupaten Teluk Wondama, Raja Ampat, dan Pegunungan Arfak.

Pada Hari Listrik Nasional ke-71 pada 27 Oktober 2016 kemarin, 2 kabupaten di pedalaman Papua akhirnya terang benderang berkat PLN, yaitu Kabupaten Deiyai dan Yahukimo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai cara dilakukan PLN untuk membuat Papua terang benderang seperti wilayah Indonesia lainnya. Misalnya dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kabupaten Dogiyai.

Ternyata banyak masalah tak terduga yang muncul di lapangan. Panel-panel surya PLTS di Dogiyai ini banyak yang dicuri.

Para pelaku biasanya bergerombol sekitar 5 orang, membawa senjata seperti panah dan golok, mengambil panel surya di malam hari.

"Ini salah satu kendala kita dalam melistriki Kabupaten Dogiyai, masalah pencurian," kata General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Yohanes Sukrislismono, kepada detikFinance saat berkunjung ke PLTS di Dogiyai, Jumat (28/10/2016).

Sejak PLTS dioperasikan pada 2013, sudah hampir separuh panel surya yang dicuri. PLTS dengan kapasitas 300 Kilowatt peak (KWp) ini pun tak bisa beroperasi maksimal karena panelnya banyak yang hilang.

"Sekitar 40% panel listrik kita dicuri. Akibatnya PLTS yang kapasitas sebenarnya 300 KWp tidak bisa beroperasi penuh," ucapnya.

Yohanes sangat menyayangkan hal ini. Sebab, penduduk Kabupaten Dogiyai sebenarnya sangat membutuhkan listrik, masih banyak desa di kabupaten ini yang belum terlistriki, yang sudah terlistriki pun baru mendapat listrik sekitar 6 jam per hari. Pencurian panel surya ini membuat pasokan listrik makin minim.

Pencuri Panel Surya di Papua Beroperasi Malam Hari, Bawa Panah dan GolokFoto: Istimewa/PLN

Pencurian panel surya memang berkurang belakangan ini setelah adanya pencuri yang meninggal karena tersetrum saat berusaha melepas panel.

Yohanes juga meminta pemerintah daerah setempat untuk membantu pengamanan PLTS. Ini demi masyarakat juga, supaya pasokan listrik tidak terganggu.

"Pencurian agak sedikit berkurang karena baru-baru ini ada yang meninggal tersetrum saat mencuri panel. Kami meminta kerja sama dari pemda untuk pengamanan aset kami," pungkasnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads