Jokowi: Realisasi Proyek 35.000 MW Masih Kecil

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 01 Nov 2016 16:45 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan realisasi investasi dari program pembangunan pembangkit listrik 35.000 mega watt (MW) masih sangat kecil. Padahal banyak investor yang tertarik masuk ke dalam program tersebut.

"Investor itu antre, tapi realisasinya di lapangan yang kecil," kata Jokowi saat membuka rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Program ini sudah berjalan cukup lama. Sehingga seharusnya, menurut Jokowi pembangunan sudah terlihat signifikan.

"Informasi yang saya terima masih jauh dari apa yang kita inginkan, apa yang kita rencanakan. Informasi yang saya terima, realisasi pembangkit COD dari proyek 35.000 MW baru mencapai 36% dari target akumulatif tahun 2016," terangnya.

Sementara itu, untuk program lanjutan dari proyek di FTP (Fast Track Program) 1 dan 2 yang merupakan bagian dari program 7.000 mw, baru mencapai 83% dari target 2016.

"Dengan demikian realisasi pembangkit listrik COD sampai 24 Oktober 2016 masih sebesar 9,4% dari target keseluruhan. Tolong dikoreksi angka ini kalau memang ada yang tidak betul," paparnya.

Jokowi perlu mengetahui letak kendala dari lambatnya program tersebut. Jokowi menginginkan para menteri serta PT PLN dapat menyampaikan secara gamblang.

"Saya ingin mengetahui kendala atau hambatan apa yang ada di lapangan. Apakah investornya, apakah perizinan yang masih berbelit-belit. Apakah di pembebasan lahan, apakah di PPA-nya atau di financial closed-nya," ujar Jokowi.

Sebanyak 71 proyek dari total 109 proyek sekarang baru dalam tahapan perencanaan dan pengadaan. Sementara itu, untuk IPP dengan jumlah 52 proyek belum mencapai kesepakatan pembiayaan (financial close).

"Sebanyak 52 proyek IPP yang telah memperoleh PPA belum mencapai financial closing sehingga belum bisa masuk ke tahapan konstruksi. Saya ingin tahu kendalanya apa, saya minta semua dievaluasi satu per satu. Sehingga kita mengetahui di mana masalahnya sehingga segera diselesaikan di lapangan," tukasnya. (mkl/ang)