"Sedimentasi sampai saat ini masih menjadi masalah utama di PLTA Orya Genyem, Jayapura. Akbat sedimentasi yang sangat tinggi dari hulu sungai membuat tidak beroperasinya PLTA Orya Genyem sehingga terjadi pemadaman secara terencana untuk daerah Jayapura dan sekitarnya," kata General Manager PLN Wilayah papua dan Papua Barat (WP2B), Yohanes Sukrislismono, dalam keterangan tertulis kepada detik.com, Rabu (3/11/2016).
Bahkan menurut Yohannes, akibat sedimen yang menumpuk itu, sampai saat ini PLTA hanya beroperasi satu mesin, karena mesin lainnya ada kerusakan pada salah satu komponen sehingga butuh beberapa hari untuk perbaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya lumpur, namun batang kayu yang berasal dari hulu sungai membuat PLTA saat ini kita non aktifkan," ujar Yohanes.
Untuk mengatasi masalah sedimentasi itu, PLN WP2B berencana akan menemui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua untuk mencari solusi. Sebab banyaknya sedimentasi itu akibat adanya penggundulan hutan di hulu sungai Orya.
Salah satu usaha yang dilakukan PLN WP2PB adalah melakukan pembersihan sedimentasi lumpur dan batang-batang kayu yang terbawa arus air.
"Petugas kami terus bekerja membersihkan lumpur dan batang pohon hingga malam hari agar PLTA dapat beroperasi kembali sehingga Jayapura tidak mengalami defisit daya," lanjut Yohanes
PLN WP2PB minta maaf kepada masyarakat Jayapura atas ketidaknyamanan karena terjadinya pemadaman terencana beberapa hari ini.
"Kami minta maaf kepada pelanggan dan kami akan terus berupaya agar sistem kelistrikan di Jayapura dapat kembali dengan normal," ujarnya.
PLTA Orya, Genyem memiliki pembangkit dengan kapasitas 2 x10 MW, namun hingga saat ini satu dari pembangkit tidak bisa beroperasi karena terjadi kerusakan akibat sedimen yang menumpuk. Pihak PLN sudah berusaha untuk melakukan perbaikan namun membutuhkan beberapa hari untuk dapat berfungsi kembali. (hns/hns)











































