Meski demikian, menurut Kepala Riset Universal Broker Securities, Satrio Utomo, kenaikan harga batu bara tersebut tidak akan mengerek kinerja emiten tambang batu bara.
"Batu bara memang naik sejak awal bulan, tapi masalahnya harga minyak malah turun, itu kabar buruknya. Selama minyak turun terus, harga batu bara kenaikannya diprediksi tidak akan lama, ujung-ujungnya ke kinerja emiten," jelas Satrio kepada detikFinance, Minggu (6/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kinerja emiten masih akan tertekan jika harga minyak masih turun terus," kata Satrio.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/11/2016), harga minyak mentah AS turun 68 sen atau 1,5% ke level US$ 44,66 per barel. Sementara, harga minyak mentah Brent turun 51 sen atau 1,1% menjadi US$ 46,35 per barel. (drk/drk)











































