PLTA 20 MW di Papua Rusak Gara-gara Lumpur, Ini Kata ESDM

PLTA 20 MW di Papua Rusak Gara-gara Lumpur, Ini Kata ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2016 17:36 WIB
PLTA 20 MW di Papua Rusak Gara-gara Lumpur, Ini Kata ESDM
Foto: Wilpret Siagian
Jakarta - Masyarakat di wilayah Jayapura, Papua, harus mengalami pemadaman listrik akibat terjadinya kerusakan mesin pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Orya Genyem. Padahal PLTA ini diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 17 Oktober 2016 atau belum sampai sebulan lalu.

PLTA yang berkapasitas 20 MW ini rusak karena sedimentasi lumpur yang sangat tinggi dari hulu sungai, mencapai 3 meter, sehingga hanya 1 dari 2 mesin yang dapat beroperasi. Ada kerusakan pada salah satu komponen yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk perbaikan.

Dirjen EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengungkapkan seharusnya risiko sedimentasi itu bisa dideteksi saat survei kondisi sungai sebelum membangun PLTA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemungkinan ada kesalahan saat survei yang berdampak pada perancangan pembangkit.

"Kalau sedimentasi setelah diresmikan, sepertinya perancangannya kurang bagus. Itu kan kajian teknis mendasar. Orang kan menyurvei sungai 2 musim penuh setahun, saat musim kemarau dan musim hujan, bukan 1-2 minggu," ujar Rida saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Kondisi sungai harus benar-benar diteliti baik saat musim hujan maupun musim kering. Kalau survei tidak dilakukan dengan baik, tak aneh operasi PLTA terganggu di kemudian hari.

"Capacity factor harus dihitung, di musim kemarau dan musim hujan. Ujungnya capacity factor adalah keekonomian, harusnya terdeteksi. Kalau terlalu cepat sedimentasi, kayaknya perencanaannya kurang pas," tukas Rida.

Untuk mengatasi masalah sedimentasi, PLN Wilayah Papua dan Papua Barat akan menemui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua untuk mencari solusi. Sebab banyaknya sedimentasi itu akibat adanya penggundulan hutan di hulu sungai Orya.

Salah satu usaha yang dilakukan PLN adalah melakukan pembersihan sedimentasi lumpur dan batang-batang kayu yang terbawa arus air. PLN Wilayah Papua dan Papua Barat pun minta maaf kepada masyarakat Jayapura atas ketidaknyamanan karena terjadinya pemadaman terencana beberapa hari itu. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads