Sutet yang terdiri dari 2 sirkit merupakan tambahan dari 3 sirkit yang sudah ada, dan berfungsi untuk menyalurkan daya dari pusat-pusat pembangkit listrik di Suralaya, menuju pusat beban di Jakarta dan kawasan-kawasan industri Banten.
"Setelah ada 2 sirkit baru dari Suralaya ke Balaraja, kita jadi punya lima sirkit yang kemampuan transfernya kira-kira 5.500 Mega Watt (MW). Jadi persirkit 1.100 MW kira-kira," ungkap Direktur Regional Jawa Bagian Barat, Murtaqi Syamsuddin di lokasi, Kamis (10/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan memperkuat tulang punggung jaringan sistim Jawa-Bali karena akan memperbaiki keandalan penyaluran listrik dari pusat pembangkit Suralaya yang saat ini berkapasitas total 4000 MW," ungkap Murtaqi.
Selain itu, kata Murtaqi, dua transmisi sirkit ini juga akan meningkatkan kapasitas penyaluran dari pembangkit-pembangkit besar di kawasan Suralaya ke kawasan Jakarta hingga mencapai 5500 Mega Watt (MW).
Nantinya, dua sirkit Sutet Suralaya-Balaraja tambahan ini juga nanti akan berfungsi sebagai saluran untuk evakuasi daya dari Pembangkit IPP sebesar 600 MW, yang dikembangkan oleh PT Listrik Banten Energi.
"Pembangkit ini akan beroperasi pada awal tahun 2017, dan akan menjadi PLTU besar program 35.000 MW yang pertama beroperasi," terang Murtaqi.
Untuk dapat menyalurkan daya dari Independent Power Producer (IPP) Jawa-7 2.000MW dan Jawa-5 2.000MW, PLN harus membangun lagi 2 tambahan sirkit Sutet yang akan ditarik dari Suralaya menelusuri pantai utara Jawa kearah Lontar dan diteruskan ke Jakarta.
"Looping sutet 500 kV Jakarta yang sekarang ini sedang dimulai pembangunannya," katanya. (ang/ang)