Pembangunan Sutet Suralaya-Balaraja Telan Dana Rp 514 Miliar

Pembangunan Sutet Suralaya-Balaraja Telan Dana Rp 514 Miliar

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 10 Nov 2016 16:21 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - PT PLN (Persero) baru mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di wilayah Suralaya-Balaraja, Banten. Pengoperasian Sutet ini merupakan tambahan penyaluran pasokan listrik untuk memperkuat kelistrikan wilayah Jawa - Bali.

Untuk pembangunan Sutet yang memiliki 2 sirkit tersebut, PLN menghabiskan biaya sebesar Rp 514 miliar.

"Total biaya yang dikeluarkan PLN untuk membangun ruas transmisi ini sebesar Rp 514 miliar, sepenuhnya didanai dengan Anggaran Internal PLN," ungkap Direktur Regional Jawa Bagian Barat, Murtaqi Syamsuddin di lokasi, Kamis (10/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Murtaqi menjelaskan, penggunaan dana tersebut sudah termasuk dengan biaya pembebasan lahan dan pembelian komponen-komponen untuk pembangunan sutet dan 2 sirkit tersebut.

Pembangunan Sutet itu sendiri memakan waktu yang cukup lama, yakni sejak tahun 2008 dan baru dioperasikan saat ini. Lamanya pembangunan tersebut, kata Murtaqi, lantaran terkendala masalah lahan di kawasan tersebut.

"Pembangunan infrastruktur transmisi memang perlu waktu. Pembebasan lahan, pembebasan jalur serta pesoalan teknis dan sosial dalam masa konstruksi, telah membuat pembangunan sutet ini memakan waktu yang cukup lama," ungkap Murtaqi.

Nantinya, dua sirkit Sutet Suralaya - Balaraja tambahan ini akan berfungsi sebagai saluran untuk evakuasi daya dari Pembangkit IPP sebesar 600 MW, yang dikembangkan oleh PT Listrik Banten Energi.

"Pembangkit ini akan beroperasi pada awal tahun 2017, dan akan menjadi PLTU besar program 35.000 MW yang pertama beroperasi," terang Murtaqi.

Untuk dapat menyalurkan daya dari Independent Power Producer (IPP) Jawa-7 2.000 MW dan Jawa-5 2.000 MW, PLN harus membangun lagi 2 tambahan sirkit Sutet yang akan ditarik dari Suralaya menelusuri pantai utara Jawa ke arah Lontar dan diteruskan ke Jakarta. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads