Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir menjelaskan hal tersebut mau tidak mau harus dilakukan untuk menjaga keselamatan warga.
"Jadi itu bukan pemadaman, tapi gangguan. Itu memang pasti terjadi. Pohon tumbang, banjir. Di Bandung, dua gardu induk banjir, harus berhenti. Kalau masyarakat minta tetap dijalankan, nggak bisa karena gardu induk nya terendam. Jadi kami harus matikan," katanya saat ditemui di sela acara family gathering PLN di Senayan, Jakarta, Minggu (13/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berujar, gangguan tersebut bersifat sementara. Seperti terjadinya transmisi karena hujan yang terus menerus yang akhirnya mengakibatkan banjir dan longsor. Kejadian ini menyebabkan listrik terpaksa harus diputus.
Lanjut Sofyan, listrik di bagian Jawa sendiri telah mengalami surplus sebanyak 34%. Hal ini menyebabkan adanya pemadaman listrik di Jawa bukan karena terjadinya kekurangan kapasitas, namun lebih karena adanya gangguan seperti yang disebut di atas.
"Kalau Jawa itu sudah nggak mungkin ada pemadaman, karena surplus nya sudah di atas 30% sekarang, sekitar 34%. Jadi kalau Jawa pasti aman. Yang Jawa itu sering gangguan. Kayak Jawa Barat, karena beberapa gardu induk harus mati," tukasnya. (dna/dna)











































