Untuk mencapai itu, Kawasan Mega Kuningan dan Sudirman Central Business District (SCBD) akan menjadi pilot project untuk kawasan Zero Down Time mulai 2017.
"Kami ingin membuat Jakarta nggak kalah sama kota-kota di Eropa, AS, Jepang, Singapura, bagaimana agar Jakarta tidak pernah padam. Kami buat pilot project di Mega Kuningan dan SCBD. Kalau tidak pernah padam, pelaku bisnis dapat meningkatkan produktivitasnya, masyarakat juga. Citra PLN juga meningkat," kata General Manager PLN Disjaya, Syamsul Huda, dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Senin (14/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang membuat PLN yakin bisa? PLN Disjaya sebenarnya sudah melakukan itu. Istana Merdeka itu nggak pernah padam. Kira-kira kita akan buat tidak hanya Istana Merdeka yang begitu, tingkat keandalannya SCBD dan Mega Kuningan akan kita buat sama dengan Istana," tuturnya.
Sistem kelistrikan di Istana Merdeka sangat andal karena dibuat berlapis-lapis. Ketika ada satu sistem yang terganggu, pasokan listrik bisa ditutup oleh sistem lain. Sistem berlapis seperti inilah yang akan diterapkan supaya Jakarta tak pernah padam.
"Istana itu suplainya berlapis, begitu yang satu gangguan maka yang lain operasi. Sebagai contoh, suplai hanya 1 (sumber) sekarang jadi 2. Itu nanti jadi jauh lebih mahal. Ada proteksi-proteksi yang diganti sehingga tempat itu jadi lebih mudah untuk mengendalikan keandalannya," papar Syamsul.
Untuk meningkatkan keandalan listrik di Kawasan Mega Kuningan, PLN Disjaya membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 58,53 miliar. Sedangkan untuk SCBD dibutuhkan Rp 72,37 miliar.
"Butuh biaya Rp 58,53 miliar untuk pembangunan jaringan di kawasan Mega Kuningan. SCBD butuh Rp 72,37 miliar. Untuk membuat keandalan seperti Istana itu butuh biaya," ucapnya.
Bagi PLN sendiri, kalau Zero Down Time berhasil tentu akan meningkatkan citra mereka. Kerugian akibat tak bisa menjual listrik saat pemadaman juga hilang. Setelah pilot project di SCBD dan Mega Kuningan, kalau lancar, seluruh Jakarta akan dibuat tak pernah padam.
"Kehilangan kesempatan menjual jadi hilang kalau banyak gangguan, PLN nggak bisa menjual, PLN juga nggak menginginkan itu. Kalau sukses, tidak tertutup kemungkinan seluruh Jakarta seperti itu," tutupnya. (ang/ang)











































