Pembangkit listrik yang merupakan pembangunan terintegrasi dengan terminal penerimaan, penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair ini dikerjakan oleh PT Power Merah Putih.
Power Merah Putih sudah memulai studi pembangunan proyek ini sejak Agustus 2016, dan dalam waktu dekat akan memulai proses desain dan rekayasa teknik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Westana menambahkan, pembangunan pembangkit listrik ini akan mampu memberikan solusi, baik dari segi teknis maupun segi komersial. PLTGU akan memberikan energi baik, bersih, dan andal.
"Dengan kondisi pasar saat ini, harga jual akan berada di kisaran US$ 10 sen/kWh, kami usahakan single digit. Perusahaan ini membangun infrastruktur, semua komponen sudah terstruktur dan terukur," katanya.
Pembangkit listrik ini, direncanakan akan memulai konstruksi pada tahun depan dan beroperasi pada tahun 2020.
Dengan adanya kepastian pasokan listrik yang nyata untuk industri di daerah Bantaeng, serta bergerak naiknya harga nickel di pasaran dunia, maka diharapkan industri akan semakin bergairah. (ang/dnl)











































