Proyek PLTGU 600 MW Bantaeng Rp 9,7 Triliun Dibangun Tahun Depan

Proyek PLTGU 600 MW Bantaeng Rp 9,7 Triliun Dibangun Tahun Depan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 15 Nov 2016 17:05 WIB
Proyek PLTGU 600 MW Bantaeng Rp 9,7 Triliun Dibangun Tahun Depan
Ilustrasi Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) 600 megawatt (MW) di Kawasan Industri Bantaeng, Sulawesi Selatan, akan dimulai tahun depan. Nilai investasi proyek ini sekitar US$ 725-750 juta atau sekitar Rp 9,7 triliun.

Pembangkit listrik yang merupakan pembangunan terintegrasi dengan terminal penerimaan, penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair ini dikerjakan oleh PT Power Merah Putih.

Power Merah Putih sudah memulai studi pembangunan proyek ini sejak Agustus 2016, dan dalam waktu dekat akan memulai proses desain dan rekayasa teknik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini ada beberapa calon mitra strategis yang sangat berminat untuk bekerja sama dalam pembangunan proyek PLTGU ini. Proyek ini akan membantu program pemerintah dan mengurangi beban PLN dalam penyediaan listrik bagi kawasan industri smelter di Sulawesi Selatan," kata Presiden Direktur Power Merah Putih, Westana Wiraatmadja, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/11/2016).

Westana menambahkan, pembangunan pembangkit listrik ini akan mampu memberikan solusi, baik dari segi teknis maupun segi komersial. PLTGU akan memberikan energi baik, bersih, dan andal.

"Dengan kondisi pasar saat ini, harga jual akan berada di kisaran US$ 10 sen/kWh, kami usahakan single digit. Perusahaan ini membangun infrastruktur, semua komponen sudah terstruktur dan terukur," katanya.

Pembangkit listrik ini, direncanakan akan memulai konstruksi pada tahun depan dan beroperasi pada tahun 2020.

Dengan adanya kepastian pasokan listrik yang nyata untuk industri di daerah Bantaeng, serta bergerak naiknya harga nickel di pasaran dunia, maka diharapkan industri akan semakin bergairah. (ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads