Demikian diungkapkan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam sambutannya saat membuka acara DBS Asian Insights Conference 2016 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (17/11/2016).
Untuk menerangi 2.500 desa terpencil, terluar, dan terisolasi itu, menurut Jonan, negara tidak bisa hanya mengandalkan PT PLN (Persero). Maka pihaknya mendorong peran swasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, hanya PLN yang bisa menjual listrik ke masyarakat. Kalau aturan ini disahkan Jonan, PLN tak lagi memonopoli, swasta juga bisa menjadi 'PLN' di daerah-daerah terpencil yang tak terjangkau PLN.
"Belum selesai Permen-nya. Nantinya swasta boleh jual listrik langsung ke masyarakat. Ini untuk wilayah-wilayah yang belum bisa dijangkau PLN. Kalau PLN belum sempat, ya ditawarkan ke swasta.," kata Jonan saat ditemui di Ritz Carlton PP, Jakarta, Kamis (17/11/2016).
Tapi meski diserahkan pada swasta, pemerintah tetap melakukan intervensi dengan mengatur tarif listrik yang dijual swasta kepada masyarakat. Ini dilakukan supaya swasta tidak mengenakan tarif listrik terlalu tinggi kepada masyarakat di daerah terpencil.
"Kalau untuk tarif khusus kan boleh. Tapi pasti dengan persetujuan pemerintah," ujarnya.
Jonan belum dapat merinci lebih jauh soal kebijakan ini. Belum diketahui apakah akan ada intensif khusus supaya swasta mau menjadi PLN di 2.500 desa tak berlistrik. "Aturannya belum keluar, tunggu ya," tutupnya.
(mkl/mkl)











































