General Manajer PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur, mengatakan dana itu sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) yang telah ditetapkan. Jumlah ini naik empat kali lebih banyak dari dana yang sudah dikeluarkan untuk melistriki 26 titik lokasi di NTT hingga November 2016.
"Kalau tahun depan di RKAP sekitar Rp 200 miliar. Artinya kalau anggaran makin besar, ada lebih banyak lagi desa yang dilistriki," kata Richard, saat ditemui di Kupang, seperti ditulis Selasa (22/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di NTT, kami sudah punya roadmap, kami akan melistriki berdasarkan ketersediaan anggaran yang ada. Proyek membangun listrik desa, selama ini kan melalui APBN. Walaupun tahun 2016 ini proyek APBN dan satker sudah ditiadakan, tapi kewajiban melistriki, direksi kami sudah memutuskan, di dalam APLN kami menyisihkan anggaran investasi," tutur dia.
Untuk tahun depan, ia mengaku direksi belum menentukan lokasi mana saja yang akan diterangi selanjutnya. Namun Ricahard berujar, wilayah perbatasan akan menjadi fokus PLN.
"Anggaran tahun depan seperti wilayah perbatasan tahun depan perlu kami masukkan," ungkapnya.
Richard melanjutkan, pihaknya tengah fokus menyelesaikan pembangunan transmisi listrik sesegera mungkin. Transmisi ini untuk mengalirkan listrik dari kapal pembangkit listrik asal Turki yang akan tiba di Kupang pada akhir 2016 mendatang. Selanjutnya akan dilakukan untuk interkoneksi daya dari Bolok-Maulafa dengan kapasitas transmisi 70 Kv (Kilovolt), yang akan mengalir sampai ke daerah perbatasan di Atambua.
"Supaya pembangkit siap, transmisi juga siap. Kami sudah operasikan tiga gardu induk sampai ke timor bagian tengah dan selatan. Desember ini sampai ke Utara. Dan di awal tahun depan sampai ke Atambua. Berarti 1 sistem, Timor ini sudah dilayani 70 kv. Itu semua sedang dalam progres," jelasnya. (wdl/wdl)











































