Instruksi Jokowi: Harga Gas Harus Turun di Akhir Tahun 2016

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2016 16:50 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sudah banyak cara ditempuh pemerintah agar harga gas bisa turun. Di Indonesia, harga gas untuk industri berkisar antara US$ 8-12/MMBtu. Ini lebih mahal jika dibandingkan harga gas di Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa harga gas di Indonesia bisa segera turun minimal pada akhir tahun 2016.

"Berkaitan dengan harga gas, saya sudah diberi angka oleh Menko dan menteri terkait, saya ingin mendorong penurunan harga gas betul-betul terjadi akhir tahun ini," tegas Jokowi dengan nada penekanan di depan 100 CEO perusahaan terbuka di JCC, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Kepada menteri-menteri kabinet terkait, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta harga gas bisa sepadan dengan negara-negara tetangga, apa pun caranya.

"Saya sudah sampaikan ke para menteri, saya nggak mau tau caranya, tapi di negara lain bisa US$ 4, bisa US$ 5, bisa US$ (per MMBtu). Kalau mereka (negara lain) bisa, kita harus bisa. Bukan soal perintah sulit, tapi kalau negara lain bisa, kenapa kita tidak (harga gas turun)," tandas Jokowi.

Sebagai informasi, harga gas industri di Indonesia menyentuh angka US$ 8-10 per Million Metric British Thermal Unit (MMbtu). Lebih mahal dibandingkan dengan harga gas industri di Malaysia US$ 6,6 per MMbtu, Thailand US$ 7,5 per MMbtu, dan Vietnam sekitar US$ 7,5 per MMbtu. (dna/dna)