Target Jonan Bangun Pembangkit Listrik 19.000 MW, Ini Alasannya

Target Jonan Bangun Pembangkit Listrik 19.000 MW, Ini Alasannya

Fadhly F Rachman - detikFinance
Jumat, 25 Nov 2016 10:58 WIB
Target Jonan Bangun Pembangkit Listrik 19.000 MW, Ini Alasannya
Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan pembangkit listrik minimum sebesar 19 ribu Megawatt hingga akhir tahun 2019. Lebih rendah dari target sebelumnya yang ditentukan yakni sebesar 35 ribu Megawatt.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM, Rida Mulyana, menjelaskan pemangkasan target tersebut berdasarkan pertimbangan dari pertumbuhan ekonomi yang masih berada di kisaran 5%.

Lebih rendah dari asumsi pertumbuhan ekonomi saat rencana pembangunan 35.000 megawatt tersebut dibuat. Kala itu, sambung Rida, asumsi pertumbuhan ekonomi dipatok sekitar 7%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tergantung asumsi bahwa 35 ribu megawatt disusun dan dianggap sebagai kebutuhan pada pertumbuhan ekonomi 7% ke atas. Sekarang 4,8% sampai 5,1% dan kebutuhannya (kebutuhan listrik) tidak seperti itu (tidak mencapai 35.000 MW)," ungkap Rida di Kantor Ditjen EBTKE, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Target minimum sebesar 19 ribu megawatt itu sendiri termasuk ke dalam margin sebesar 30% dari kebutuhan utama.

"Jadi Target minimum 19 ribu megawatt masuk margin 30%. 7 ribu diantaranya FTP (Fast Track Program) 1 dan 2," lanjut Rida.

Dari target minimum 19 ribu megawatt itu sendiri, dikatakan Rida, telah mampu untuk menopang pertumbuhan ekonomi RI di atas 5%. Selain itu, target tersebut juga dikatakan mampu untuk mencukupi kebutuhan listrik.

"Itu (pembangunan 19.000 MW) sudah cukup kawal ekonomi 5,1%," tutur Rida. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads