Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 27 Nov 2016 18:08 WIB

Bos JNE Bicara Soal Langkah Jokowi Bikin Harga BBM di Papua Sama dengan Jawa

Muhammad Idris - detikFinance
Direktur Utama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Feriadi  (Foto: Muhammad Idris) Direktur Utama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Feriadi (Foto: Muhammad Idris)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Widodo) punya target ambisius dalam urusan penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), yakni kebijakan BBM satu harga dari Sabang sampai Merauke. Selama ini harga BBM di daerah pelosok tergolong mahal, bahkan di pegunungan Papua mencapai Rp 60.000-100.000/liter.

Tingginya harga BBM inilah salah satu penyebab mahalnya ongkos logistik di Indonesia. Terutama di Indonesia Timur.

Direktur Utama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Feriadi mengatakan, masih melihat kemungkinan biaya pengiriman barang ke daerah pelosok seperti yang dilakukan perusahaannya, bisa turun jika ada kebijakan BBM satu harga.

"BBM bukan jadi cost komponen yang dominan di bisnis seperti kami (bisnis pengiriman barang), itu hanya salah satu cost seperti SMU (Surat Muatan Udara), itu (BBM) yang jadi salah satu komponen," ujar Feriadi ditemui di acara 26 Tahun JNE Menginspirasi Negeri, Pancoran, Jakarta, Minggu (27/11/2016).

Soal apakah bisa menurunkan biaya jasa pengiriman barang atau dokumen yang jadi bisnis utama dilakukan JNE, sambung Feriadi, pihaknya masih akan menghitung semua komponen biaya, termasuk harga BBM di pelosok Indonesia yang dijanjikan pemerintah akan turun.

"Kemudian gaji, komponen cost juga. BBM juga salah satu komponen, jadi kalau pengaruh apa tidak, ya positif negatif akan kita lihat," ujar Feriadi. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed