Mengenakan blus cokelat panjang kegemarannya, Sri Mulyani datang pada pukul 16.00 WIB. Beberapa jam sebelumnya dirinya juga mengisi acara peringatan Hari Anti Korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjadi pembicara di Forbes Global CEO Conference.
Di depan ratusan kepala kantor perwakilan pajak seluruh Indonesia, dirinya menyampaikan beberapa perubahan setelah dilakukan reformasi di tubuh DJP, yang dimulai saat dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti melakukan banyak sekali inovasi agar para wajib pajak tidak berinteraksi langsung dengan fiskus (petugas pajak), lewat NPWP online. Kita juga introduce wistle blower, tujuannya agar masyarakat maupun pegawai pajak sendiri memiliki kepercayaan, mereka bisa laporkan korupsi yang ada di DJP," katanya lagi.
Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, whistle blower yang diterapkan di kementeriannya selama ini cukup efektif mempersempit ruang gerak oknum yang mencoba bermain nakal dengan wajib pajak.
"Saya mohon dan ingin mekanisme whistle blower ini dijaga dan dijalankan konsisten. Termasuk laporkan teman sendiri daripada dimana kita harus menghadapi situasi dimana institusi lain mengoreksi kita. Sehingga kita punya mekanisme self defence hang lebih baik," pungkas Sri Mulyani. (hns/hns)











































