Penghargaan MOTY 2016 diberikan oleh Arief Yahya yang dalam kesempatan ini sebagai Ketua Dewan Juri sekaligus pemenang MOTY 2013. Pemberian penghargaan oleh Markpkus Inc ini juga disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan beberapa penerima penghargaan lainnya.
Foto: Ardan Adhi Chandra |
Produk-produk downstream non subsidi yang dimaksud, antara lain Pertalite, Pertamina Dex, dan Elpiji Pink 5,5 kilogram (kg). Produk tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menikmati produk non subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Subsidi makin besar karena volume naik terus waktu itu," kata Bambang dalam acara Markplus Conference di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2016).
Foto: Ardan Adhi Chandra |
Pertamina kemudian melakukan beberapa strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan produknya. Salah satunya dengan membatasi pembelian BBM subsidi.
"Kita meluncurkan 3 strategi utama, pertama mengubah transformasi culture Pertamina dan marketing. Begitu bicara marketing pelayanan kuota dan beli banyak nggak boleh," kata Bambang.
Foto: Ardan Adhi Chandra |
Selain itu, Pertamina juga menerapkan konsep marketing ide 'gila'. Artinya, pemasaran dan inovasi produk dilakukan sekreatif mungkin.
"Konsep marketing baru yang kita coba kembangkan marketing 'gila'. Marketing gila kami yakin 'gila' posisi paling tinggi di atas kreatif," tutur Bambang.
Tidak berhenti sampai di situ, Pertamina juga mendapatkan tugas untuk menerapkan kebijakan BBM satu harga di seluruh Indonesia. Sehingga seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan keadilan dalam menikmati BBM di negerinya sendiri.
"Inovasi ketiga keadilan sosial dengan kebijakan satu harga nasional. Saya hanya pelaksana saja atas nama Pertamina," tutup Bambang. (drk/drk)












































Foto: Ardan Adhi Chandra
Foto: Ardan Adhi Chandra
Foto: Ardan Adhi Chandra