Jonan: Hingga 2019, Kapasitas Listrik RI Capai 70.000 MW

Jonan: Hingga 2019, Kapasitas Listrik RI Capai 70.000 MW

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 08 Des 2016 17:25 WIB
Jonan: Hingga 2019, Kapasitas Listrik RI Capai 70.000 MW
Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - Pembangunan pembangkit listrik di mega proyek 35.000 megawatt (MW) terus dikebut. Hingga 2019, pembangunan mega proyek 35.000 MW diharapkan bisa mencapai 19.000 MW.

Saat ini, kapasitas listrik terpasang di Indonesia sudah mencapai 51.000 MW. Dengan adanya penambahan kapasitas di 2019 sebanyak 19.000 MW, maka target total kapasitas terpasang di Indonesia tahun 2019 mencapai 70.000 MW.

"Sampai 2019 minimal punya 70.000 MW dengan ada tambahan 19.000 MW atau 20.000 MW. Kalau dari perhitungan sekarang yang sudah jalan 51.000 MW," jelas Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dalam Diskusi Akhir Tahun Ketenagalistrikan di Mercantile Athletic Club WTC 1, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapasitas listrik terpasang sebesar 70.000 MW, lanjut Jonan, sudah termasuk cadangan sebesar 30%. Target kapasitas terpasang dengan total 70.000 MW di 2019 dengan syarat pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya sebesar 6%.

"70.000 MW termasuk cadangan 30%. Ini dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6% di 2016, 2017, 2018, dan 2019," kata Jonan.

Target kapasitas terpasang 70.000 MW di 2019 bisa saja bertambah sesuai kemampuan PLN dalam membangun pembangkit listrik. Penambahan kapasitas listrik juga harus diikuti dengan pembangunan transmisi dan gardu induk, sehingga tidak terjadi pemadaman listrik.

"Syukur-syukur PLN bisa nambah lebih, misalnya targetnya PLN itu maunya 77.000. PLN harus me-manage kebutuhan listrik atas dasar real demand dan pembangunan transmisi gardu induk tidak terlalu jauh. Kalau jauh orang protes listrik mati hidup," tutup Jonan. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads