Dengan demikian, masih ada 27,1 juta rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang masih menikmati subsidi listrik tahun depan.
Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengusulkan pemberian subsidi listrik kepada 27 juta rumah tangga diberikan dalam bentuk kartu elektronik. Jonan mengusulkan nominal subsidi listrik masuk ke dalam Kartu Indonesia Sehat (KIS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengamini Jonan, Direktur Utama PLN Sofyan Basyir juga memiliki rencana serupa. Penyaluran subsidi melalui kartu elektronik dinilai lebih tepat sasaran.
Namun, Sofyan mengusulkan nominal subsidi listrik kepada 27 juta rumah tangga diberikan melalui kartu yang didistribusikan oleh himpunan bank-bank milik negara atau Himbara, yaitu BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri.
"Harapan kami ke depan jika sudah sistem online bank sudah beres dan masuk dalam satu kartu, maka lewat kartu dan direct kepada masyarakat miskin," ujar Sofyan dalam kesempatan yang sama.
Sofyan berharap, subsidi listrik melalui Himbara bisa direalisasikan paling lambat awal 2018 seiring dengan persiapan infrastruktur perbankan.
"Mungkin mudah-mudahan bisa 2017, tapi ya mungkin pertengahan. Kalau tidak ya awal 2018," tutur Sofyan. (hns/hns)











































