Tapi sebenarnya bukan hanya subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA saja yang saat ini tidak tepat sasaran. Dari total 22,8 juta pelanggan listrik rumah tangga (R-1) 450 VA, ada 3,7 juta pelanggan yang menurut data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tidak layak disubsidi.
Badan Anggaran (Banggar) DPR pada September 2016 lalu telah memerintahkan agar pemerintah tidak hanya mencabut subsidi untuk 18,7 juta pelanggan 900 VA, tapi juga 3,7 juta pelanggan 450 VA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sampai saat ini pemerintah belum berencana menjalankan kebijakan subsidi tepat sasaran untuk pelanggan listrik 450 VA dalam waktu dekat.
PLN sebagai pelaksana di lapangan pun belum siap untuk melakukan verifikasi terhadap jutaan pelanggan 450 VA. Sekarang pemerintah dan PLN masih berfokus melakukan pencabutan terhadap belasan juta pelanggan 900 VA.
"Pemerintah sampai saat ini belum berkeinginan untuk mencacah pelanggan 450 VA. Datanya juga baru kami punya. PLN belum siap mendata itu. Rasanya belum kepikir untuk mencacah," kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Satya Zulfanitra, dalam diskusi di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (9/12/2016).
Tapi kemungkinan pencabutan subsidi terhadap 3,7 juta pelanggan 450 VA pada 2017 tidak tertutup 100 persen. Bisa saja pemerintah berubah pikiran karena perubahan keadaan di pertengahan 2017, misalnya defisit anggaran semakin besar.
"Nggak tahu kalau pertengahan tahun depan disuruh mencacah lagi (pelanggan 450 VA)," pungkasnya. (dna/dna)











































