Tingkatkan Produksi Migas, Pertamina Andalkan Penggunaan Teknologi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 13 Des 2016 18:11 WIB
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Pertumbuhan konsumsi energi domestik yang trennya terus meningkat dari tahun ke tahun, namun tidak diimbangi dengan kenaikan produksi migas, dapat memicu krisis energi. Jika ini terjadi, maka akan sangat berdampak pada perekonomian nasional.

Untuk itu, diharapkan Pertamina sebagai BUMN yang berandil dalam eksplorasi migas di Indonesia menjaga pertumbuhan dengan mengandalkan inovasi teknologi untuk optimalisasi produksi.

"Sebagai BUMN energi, perusahaan melihat kondisi itu sebagai tantangan, dan pengembangan serta pemanfaatan teknologi hulu menjadi kunci untuk memacu pertumbuhan produksi dan penambahan cadangan migas guna menjaga ketahanan dan kemandirian energi," kata Senior Vice President Exploration Pertamina, Doddy Priambodo, dalam paparannya pada acara Pertamina Energy Forum 2016 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Menurut Doddy, dalam 8 tahun terakhir, Pertamina telah berhasil meningkatkan produksi minyak dan gas rata-rata sebesar 7%, yang didapat dari hasil penggunaan teknologi yang selektif dan tepat, serta melakukan investasi dalam riset dan pengembangan teknologi untuk mencari cadangan baru guna mencapai hasil produksi yang optimal.

"Upaya yang dilakukan Pertamina dengan melakukan Enhanced Oil Recovery (EOR)/Improved Oil Recovery di beberapa lapangan seperti di Tanjung dan Sangasanga keduanya di Pulau Kalimantan, serta implementasi teknologi laut dalam seperti yang digunakan pada operasi Blok Offshore North West Java (ONWJ) dan Blok West Madura Offshore (WMO) telah berdampak pada peningkatan produksi," tambahnya.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Ketua SKK Migas, Amien Sunaryadi yang dalam kesempatan yang sama menjelaskan, pihaknya berupaya mendorong peningkatan produksi migas nasional dengan mengupayakan penerapan teknologi tepat guna untuk kegiatan pengeboran dan optimalisasi produksi, serta terakhir melanjutkan monitoring respons tekanan dan produksi dari injeksi air. Salah satunya dengan penerapan teknologi EOR.

"Jadi syaratnya punya capital (dana), paham risiko, dan punya teknologi. Dana saya rasa kita punya lah. Tapi risiko dan teknologi ini yang kurang. Risk taking untuk melakukan eksplorasi juga masih kurang," kata Amien.

"Mungkin tahun depan untuk eksplorasi seismik dialokasikan lebih besar, supaya Pertamina EP bisa lakukan eksplorasi agak jauh dari daerah produksi sekarang, dengan harapan bisa menemukan yang besar. Supaya paling nggak, bisa nyenggol exxon, dan lain-lain," pungkasnya.

Seperti diketahui, penggunaan teknologi tepat guna pada bisnis hulu migas merupakan faktor penting untuk meningkatkan produksi nasional, khususnya untuk mendapatkan cadangan migas yang besar, dan dapat menekan cost recovery serta pengembangan lapangan yang lebih ekonomis. (hns/hns)