Tak tercapainya target ini disebabkan adanya kegagalan teknis pada salah satu transformer di elektrik furnish. Kegagalan teknis ini terjadi pada awal November 2016, sehingga membuat proses produksi sedikit terganggu hingga akhir tahun ini.
"Triwulan III berjalan baik, tapi kita ada sedikit masalah dengan transformer yang sudah diperbaiki. Tapi itu ada dampaknya. Jadi shutdown yang kita alami di awal tahun ini lebih panjang dari apa yang kita prediksi," ungkapnya saat berbincang dengan media di Sorowako, Sulawesi Selatan, Kamis (15/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Nico mengaku optimis perseroan dapat tetap menjaga rasio pendapatan, seiring dengan dilakukannya efisiensi biaya produksi dan harapan akan harga jual nikel yang membaik. Produksi yang besar pun tidak menjamin laba yang baik jika efisiensi tidak dilakukan, lantaran harga nikel yang selama 5 tahun terakhir negatif.
"Buat Vale, harga ini meskipun gejolaknya sangat tinggi, kita musti manage cost produksinya," ungkapnya.
Pelemahan di sektor tambang yang masih berlanjut, dengan gelombang PHK yang kerap membayangi perusahaan-perusahaan tambang tidak dilakukan oleh perseroan.
"Kita walaupun ada pengetatan ikat pinggang, tapi tidak semena-mena akan kita babat semua. Karena buat Vale, target produksi itu penting sekali. Walaupun ini semua masih tergantung pada peraturan-peraturan seperti relaksasi atau tidak," tandas dia. (dna/dna)











































