Untuk setiap sambungan tersebut, pelanggan diwajibkan mengikuti ketentuan dengan menanggung biaya sambungan sekitar Rp 1juta rupiah, tergantung dari besaran tegangan yang diinginkan. Cara tersebut digunakan di salah satu desa, yakni desa Yoboi yang terletak di tengah rawa danau Sentani.
Menanggapi hal itu, warga desa Yoboi mengaku telah mengerti atas kewajiban membayar tersebut. Bahkan, mereka mengaku telah mempersiapkan dana untuk menyambung listrik ke rumah masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Rulam, Buche yang juga warga desa Yoboi mengaku tidak keberatan dengan biaya yang harus dibayar untuk menyambung listrik. Menurutnya, biaya tersebut masih dinilai wajar, jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat warga.
Bahkan, kata Buche, biaya menyambung listrik dari PLN jauh lebih murah ketimbang menggunakan genset yang memerlukan bahan bakar setiap harinya.
"Masyarakat itu mereka mendukung. Mereka bahagia, tak apa-apa kita bayar, sudah kita siapkan uangnya. Ini juga jauh lebih murah dari pakai genset yang hanya dipakai sebentar saja," tuturnya.
Di Yoboi sendiri menurut catatan PLN telah ada sekitar 70 pelanggan yang akan memasang jaringan listrik. Desa Yoboi merupakan salah satu dari 60 desa yang didistribusikan listrik oleh PLN pada bulan Desember ini. Pihak PLN pun mengaku optimis dapat menerangi desa di tengah rawa tersebut sebelum perayaan Natal nanti. (hns/hns)











































