Pembicaraan antara Jonan dan Menteri Energi Uni Emirat Arab membahas soal energi baru terbarukan. Salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga surya atau matahari (PLTS).
Jonan mengatakan, Uni Emirat Arab membangun dan mengoperasikan dua PLTS berkapasitas 150 MW dan 200 MW dengan tarif yang rendah. Untuk PLTS berkapasitas 150 MW, tarifnya US$ 2,99 sen/kWh
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini ini, semua yang membangun bisnis energi baru terbarukan, mintanya US$ 14 sen/kWh. Lho, dia (Menteri Energi Uni Emirat Arab) sampai bilang US$ 14 sen/kWh itu apa mataharinya Tuhannya beda," ujar Jonan, yang disambut tawa hadirin yang hadir dalam acara Pertamina Award.
Selain itu, kata Jonan, Uni Emirat Arab sedang mengembangkan PLTS berkapasitas 5.000 MW, dengan tarif US$ 2,25 sen/kWh. Rencananya, Januari 2017, Jonan akan ke Uni Emirat Arab, untuk melihat sendiri PLTS 5.000 MW itu.
Jonan mengatakan, dari cerita pertemuannya dengan Menteri Energi Uni Emirat Arab itu, diharapkan ada para produsen energi di Indonesia bisa melakukan efisiensi biaya.
"Efisiensi itu sangat penting. Semangat efisiensi itu sangat penting," tutur Jonan. (hns/tor)











































