Incar 2 Ladang Minyak Iran, Pertamina Kirim Proposal 2 Bulan Lagi

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 19 Des 2016 12:42 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pada 8 Agustus 2016 lalu, PT Pertamina (Persero) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan National Iranian Petroleum Company (NIOC) untuk melakukan preliminary study terhadap 2 lapangan minyak di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri.

Kerja sama pengelolaan lapangan minyak itu kembali dibahas dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Iran pada 14 Desember 2016.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, menyatakan Pertamina akan mengirimkan proposal pengembangan kedua lapangan kepada NIOC pada Februari 2017.

"Sesuai jadwalnya, akan kita kirimkan proposal pada bulan Februari," kata Alam melalui pesan singkat kepada detikFinance di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Saat ini, Pertamina masih menyelesaikan studi untuk pengembangan 2 lapangan onshore Iran yang memiliki cadangan hingga 5 miliar barel itu. "Kami masih melakukan evaluasi teknis," ucapnya.

Berdasarkan nota kesepahaman ini, Pertamina memiliki waktu enam bulan untuk melakukan studi dan selanjutnya menyampaikan preliminary proposal pengembangan lapangan.

Dalam upaya penyiapan proposal tersebut, NIOC akan membuka informasi dan bekerjasama dengam tim Pertamina dalam bentuk joint working group.

Pertamina berharap agar setelah nota kesepahaman, kerja sama Pertamina dan NIOC bisa terealisasi dalam bentuk lebih konkret berupa kesepakatan kontrak untuk kedua lapangan tersebut.

Selain kerja sama pengembangan lapangan, Pertamina juga sepakat untuk mengimpor 500.000 ton liquified petroleum gas (LPG) dari BUMN perminyakan Iran ini pada 2017. NIOC juga tertarik untuk membangun kilang minyak di Indonesia. (wdl/wdl)