Jelang Natal, Pertamina Siapkan 20 'SPBU Berjalan' dan BBM Kemasan

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 23 Des 2016 17:26 WIB
Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Sebagai langkah antisipasi adanya peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) menjelang Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, PT Pertamina (Persero) menyiapkan 20 mobil tangki 'SPBU berjalan' yang dapat mengisikan BBM langsung ke mobil-mobil, dan BBM dalam kemasan kaleng.

Sebanyak 20 SPBU berjalan dan BBM kalengan ini disiagakan di jalan-jalan tol yang tidak terdapat SPBU di rest area-nya, misalnya jalur menuju gerbang tol Brebes Timur alias 'Brexit' (Brebes Exit). Dengan begitu, para pengendara mobil tetap bisa memperoleh BBM bila terjadi kemacetan di Brexit.

"Ada mobil tangki mobile yang bisa mengisikan BBM langsung ke mobil-mobil, ada 20 mobil tangki standby. Sudah ada sepeda motor dan BBM kemasan juga untuk tol-tol yang rest area-nya tidak ada SPBU, seperti di Brexit," kata VP Retail Fuel Marketing, Afandi, dalam jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (23/12/2016).

Sedangkan untuk BBM kemasan, Pertamina menyiapkan hingga 2.000 kaleng kemasan 2 liter, 5 liter, 10 liter, dan 20 liter. "Yang kita siapkan 2.000 kemasan di lokasi, kita juga punya standby untuk back up kalau dibutuhkan tambahan. Ada kemasan Pertamax dan Pertamina Dex 2 liter, 5 liter,10 liter, dan 20 liter," ujarnya.

Pasokan BBM ke SPBU-SPBU juga telah ditambah sejak 22 Desember 2016. Sebab, diperkirakan puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa terjadi pada 24 Desember 2016. "Kita juga mulai kemarin dan hari ini sudah naikkan suplai ke SPBU. Besok puncak mudik di jalur Pantura," ucap Afandi.

Dia menjelaskan, rata-rata konsumsi premium menjelang Natal dan Tahun Baru naik dari 37.500 kiloliter (KL) menjadi 40.300 kiloliter (KL). Kemudian Pertalite meningkat dari biasanya 28.600 KL menjadi 34.400 KL. Sedangkan Pertamax dari 28.200 KL pada kondisi normal menjadi 33.100 KL.

"Kondisi ini biasa, kegiatan tahunan, tapi tak setinggi lebaran. Premium kita perkirakan hanya naik 7% karena sebagian besar sudah pindah ke Pertalite dan Pertamax. Pertalite naik 20%, kemudian Pertamax 15%. Solar karena industri tutup turun 3%. Avtur naik 9,7%. Ini perkiraan berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu," paparnya.

Peningkatan konsumsi BBM paling tinggi saat Natal akan terjadi di Sumatera Utara (Sumut), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Utara (Sulut), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua.

"Sementara saat tahun baru adalah Medan dan sekitarnya, Riau, Palembang, Bengkulu, Bukittinggi, Bandung, Surabaya, Bali, Makasar," kata Afandi.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang di luar perkiraan, pemerintah dan Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas mengawasi pasokan BBM dan Elpiji sejak 19 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017.

"Pemerintah sudah membentuk Satgas dari 19 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017. Tugasnya memantau BBM dan elpiji ke masyarakat," pungkasnya. (wdl/wdl)