Salah satu lokasi banjir terparah terjadi di Kelurahan Lampe, Kota Bima. Derasnya banjir yang berasal dari Sungai Lampe menghanyutkan tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang berada di sisi sungai dan jembatan yang menghubungkan Kota Bima dengan Sape.
Foto: Dokumentasi PLN |
"JTM ini menghubungkan aliran dari Bima menuju Sape, jadi sangat penting untuk keandalan listrik di Bima dan Sape. Kami usahakan JTM ini bisa selesai, mudah-mudahan tidak hujan," kata General Manager PLN Wilayah NTB, Karyawan Aji, dalam keterangan tertulis, Minggu malam (25/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dokumentasi PLN |
Putusnya jembatan di Desa Dodu menyebabkan akses ke lokasi robohnya tiang menjadi sulit. PLN harus memutar sejauh 5 kilometer. Bahkan, para teknisi lapangan PLN harus menggotong tiang listrik sambil menyeberangi sungai.
Saat ini, kondisi listrik di Sape pada siang hari dalam keadaan normal, sementara pada malam hari kemampuan daya mengalami defisit sebesar 3 MW.
Foto: Dokumentasi PLN |
"Jika JTM yang menghubungkan Bima-Sape bisa beroperasi maka listrik dari PLTD Bima dapat dialirkan hingga Sape, sehingga kebutuhan daya di Sape pada malam hari dapat terpenuhi," tambah Aji.
Foto: Dokumentasi PLN |
Secara keseluruhan, sistem kelistrikan Bima hampir normal. Saat ini, pada siang hari total daya yang dialirkan oleh PLN mencapai 20 MW.
Sementara pada keadaan normal, beban puncak Sistem Bima sebesar 28 MW. Selain perbaikan JTM, PLN juga berupaya menormalkan gardu-gardu listrik yang terendam banjir.
Foto: Dokumentasi PLN |
Upaya ini dilakukan dengan menambah 80 personil teknisi dari Mataram, Sumbawa, Bali, dan Jawa Timur. PLN berharap pemulihan listrik di Bima dapat lebih cepat. (hns/drk)












































Foto: Dokumentasi PLN
Foto: Dokumentasi PLN
Foto: Dokumentasi PLN
Foto: Dokumentasi PLN
Foto: Dokumentasi PLN