"Di Maluku kita akan investasikan sekitar Rp 800 miliar untuk sekitar 90 desa," kata Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN, Haryanto WS, kepada detikFinance di Jakarta, Senin (26/12/2016).
Biaya investasi untuk melistriki desa-desa di Maluku tahun depan naik lebih dari 3 kali lipat dibanding anggaran pada 2016. Tujuannya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Maluku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa cara yang akan ditempuh PLN untuk menerangi desa-desa tak berlistrik di Maluku. Kalau desa tersebut masih terhubung oleh jalan raya dengan desa lain yang sudah berlistrik, PLN tinggal memperpanjang jaringan distribusi dari desa yang sudah berlistrik saja.
"Kalau bisa dijangkau jalan darat, kita tarik jaringan dari desa terdekat," tukasnya.
Bila lokasi desa terisolasi, belum terhubung jalan raya, PLN bisa memasang pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) apabila lokasinya masih bisa dijangkau lewat darat untuk mengantar solar ke sana.
"Kalau masih bisa dijangkau dengan jalan darat untuk memasok BBM dengan harga murah, kita pasang PLTD," kata Haryanto.
Tapi kalau lokasinya sangat sulit dijangkau, butuh biaya sangat mahal untuk mendistribusikan solar ke sana, mustahil pakai PLTD. Maka, PLN akan membuatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan lainnya yang terdapat di desa itu.
"Kalau nggak bisa juga (PLTD), kita pasang PLTS sambil menunggu energi terbarukan lainnya seperti PLTMH (mikro hidro) dan sebagainya," tutupnya. (drk/drk)











































