energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
Manfaatkan 'Harta Karun Energi' RI, Dapat Listrik dan Udara Bersih
Follow detikFinance
Rabu 28 Dec 2016, 14:57 WIB

Manfaatkan 'Harta Karun Energi' RI, Dapat Listrik dan Udara Bersih

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Manfaatkan Harta Karun Energi RI, Dapat Listrik dan Udara Bersih Foto: Pool
Minahasa - Panas bumi menjadi salah satu alternatif energi ramah lingkungan. Pemanfaatan panas bumi alias 'harta karun energi Indonesia' juga bisa mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang cadangannya semakin menipis.

Misalnya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 yang dibangun oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE). PLTP Lahendong unit 5 dan 6 dalam memproduksi listrik terbilang sangat ramah lingkungan.

Dengan memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi pembangkit, PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 sekaligus mengurangi emisi hingga 150.000 ton per tahun. Air yang menjadi bagian dari panas bumi juga nantinya akan dikembalikan ke perut bumi agar bisa dimanfaatkan kembali di kemudian hari, sedangkan produksi listrik PLTP Lahendong unit 5 dan 6 hanya memanfaatkan uap panas dari perut bumi.

"Emisi yang kita bisa reduce setahun untuk 5 dan 6 bisa 150.000 ton per tahun untuk mengurangi emisi," jelas Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (28/12/2016).

Dalam proses menghasilkan listrik, tidak ada proses pembakaran bahan bakar fosil di PLTP Lahendong tersebut. Panas bumi yang ditemukan di perut bumi kemudian disalurkan melalui pipa untuk menggerakan turbin yang kemudian menghasilkan listrik.

"Sama sekali tidak ada pembakaran di sini. Kalau batu bara dan yang lainnya itu kan ada pembakaran palagi minyak bumi. Panas bumi untuk gerakan turbin, jadi sama sekali tidak ada emisi," ujar Irfan.

Pemanfaatan panas bumi sebagai bahan baku PLTP Lahendong juga sejalan dengan program pemerintah setempat dalam mengembangkan pariwisata. Dengan penggunaan energi panas bumi yang ramah lingkungan, pariwisata di Kabupaten Minahasa bisa semakin bekembang tanpa takut adanya pencemaran polusi udara.

"Jadi Lahendong ini akan sangat mensupport kegiatan pariwisata dengan energi bersihnya. Kegiatan pariwisata kalau disupport dengan panas bumi akan sangat relevan dengan kegiatan pariwisata itu sendiri," tutup Irfan.

(mca/mca)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed