Proyek senilai Rp 3,9 triliun ini akan dibiayai dengan utang dari konsorsium yang dipimpin oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Setelah pinjaman dari JBIC cair di Maret 2017, proyek PLTGU Muara Karang masuk ke tahap konstruksi alias mulai pembangunan.
Sebelumnya pada 31 Agustus 2016, kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) proyek ini telah ditandatangani. PLN menunjuk Konsorsium Mitsubishi-Wijaya Karya untuk mengerjakan EPC PLTGU Muara Karang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain PLTGU Muara Karang Ekspansi 500 MW, proyek pembangkit lain yang akan memperkuat pasokan listrik ke Jakarta adalah PLTGU Tanjung Priok 800 MW dan PLTGU Muara Tawar 600 MW.
Ketiga proyek pembangkit yang merupakan bagian dari program listrik 35.000 MW ini ditargetkan rampung seluruhnya pada tahun 2019. PLTGU Tanjung Priok akan selesai paling awal, 1 unit dari pembangkit ini mulai beroperasi pasa 2018.
"PLTGU Tanjung Priok yang duluan, sudah financial close September 2016 kemarin, sekarang sudah konstruksi. 2018 kita harapkan sudah ada 1 unit dulu yang mulai operasi. Setelah itu baru PLTGU Muara Karang," tutupnya. (mca/ang)











































