Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siroj di Kantor PBNU Jakarta hari ini.
Dwi menyebut beberapa potensi kerja sama seperti untuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga ke daerah-daerah terpencil untuk program BBM Satu Harga, pembangunan fasilitas-fasilitas Pertamina, hingga pengelolaan sumur-sumur minyak tua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menambahkan, dengan basis dukungan masyarakat yang mencapai lebih dari 40 juta jiwa di berbagai lapisan kalangan, menjadikan NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang cukup berpengaruh di Indonesia, baik dalam konteks sosial maupun ekonomi.
Dengan posisi tersebut, Pertamina sebagai BUMN energi Indonesia tergerak untuk bekerja sama dalam melakukan optimalisasi pengembangan, pemanfaatan, dan konservasi energi.
Foto: Michael Agustinus |
"Dengan nota kesepahaman ini diharapkan melahirkan sinergi dan kerja sama antara Pertamina dan NU dalam upaya pengembangan ekonomi umat dengan fokus utama pada sektor energi dan pengabdian masyarakat," ungkap Wianda.
Wianda memaparkan lingkup potensi kerjasama untuk nota kesepahaman yang berlaku selama lima tahun ini meliputi pengembangan usaha niaga, investasi, dan pembangunan pada sektor migas; pengembangan, investasi dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan serta konservasi energi; dan pengabdian masyarakat yang diorientasikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, lingkungan dan kemaslahatan umat. (mca/ang)












































Foto: Michael Agustinus