Semua Lapangan Minyak di RI Wajib Pasang Meteran Mulai Mei 2017

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 05 Jan 2017 08:41 WIB
Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2016 (Permen ESDM 39/2016), yang mewajibkan semua lapangan minyak di Indonesia untuk memasang flow meter. Tujuannya agar produksi minyak dari tiap lapangan dapat dihitung dengan akurat.

Saat ini, minyak yang keluar dari lapangan dan disimpan di tangki-tangki tidak diukur. Angka produksi minyak diperoleh pemerintah hanya berdasarkan laporan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang mengelola lapangan.

Pemerintah dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) hanya mengukur lifting, yaitu minyak yang dialirkan dari tangki menuju kapal untuk diangkut.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menegaskan semua lapangan minyak harus sudah memiliki flow meter, 6 bulan setelah Permen ESDM 39/2016 diterbitkan, atau dengan kata lain 25 Mei 2017.

"Dalam 6 bulan itu harus selesai. Di Permen, flow meter itu harus dipasang dalam 6 bulan," kata Arcandra kepada detikFinance, Kamis (5/1/2017).

Flow Meter akan dipasang oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada fasilitas produksi minyak di seluruh Indonesia, biayanya juga ditanggung oleh SKK Migas. Mereka juga yang akan mengoperasikan alat ukur itu.

Ada sekitar 200 lapangan minyak yang harus dipasangi Flow Meter. Sebelum Juni 2016, semuanya harus sudah punya meteran penghitung produksi. "Ada 200 lokasi, pokoknya semua lapangan yang sudah diidentifikasi, sebelum Juni sudah dipasang," tegas Arcandra.

Dengan adanya flow meter ini, produksi minyak bisa dimonitor secara real time. Begitu minyak diproduksi, langsung tercatat oleh SKK Migas dan Kementerian ESDM. Datanya langsung dikirim secara online ke sistem pemantauan kedua instansi tersebut.

Data produksi minyak jadi lebih akurat, bukan hanya berdasarkan laporan saja, tapi hasil monitoring real time. "SKK yang harus pasang. Jadi sistemnya bukan lagi reporting, tapi monitoring. Itu beda," tandasnya. (mca/wdl)