Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah membuat subsidi listrik menjadi tepat sasaran, bukan menambah beban masyarakat. Subsidi hanya diberikan kepada masyarakat miskin yang memang perlu dibantu. Dari 22,8 juta pelanggan listrik rumah tangga (R-1) 900 VA, menurut pemerintah hanya 4,1 juta saja yang layak disubsidi.
"Tidak ada kenaikan tarif listrik. Pelanggan 450 VA tetap menerima subsidi 100 persen. Yang terima subsidi ada 2 kelompok, 450 VA dan 900 VA. Tapi yang 900 VA ada yang tidak layak menerima subsidi sehingga dipindahkan ke non subsidi. 4,1 juta pelanggan 900 VA yang menerima subsidi," ujar Teten dalam press briefing di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (6/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyesuaian tarif hanya dilakukan kepada masyarakat yang menurut penilaian pemerintah tergolong kelompok masyarakat mampu sehingga harusnya membayar tarif sesuai harga keekonomian.
"Kami informasikan bahwa tarif listrik bulan ini sebenarnya tidak naik. Tarif adjustment itu per kWh turun. Yang dilaksanakan pada hari ini adalah untuk para pelanggan mampu 900 VA yang 10 bulan terakhir telah kami sampaikan bahwa mereka tidak layak menerima subsidi karena bukan masyarakat miskin sesuai kriteria pemerintah," paparnya.
Ia menambahkan, tidak benar juga kalau disebutkan bahwa pemerintah menambah beban masyarakat. Sebaliknya, pemerintah justru terus berupaya meringankan beban masyarakat miskin.
Buktinya, masyarakat miskin pelanggan listrik rumah tangga 450 VA justru ditambah dari 23 juta menjadi 27 juta, ada 4 juta keluarga miskin yang baru mendapat subsidi tahun ini.
"Yang 450 VA itu ditambah jadi 27 juta KK dari 23 juta KK. Jadi masyarakat miskin yang diberi subsidi bukan dihilangkan, malah ditambah," ucapnya.
Dengan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran, ada penghematan anggaran hingga triliunan rupiah yang dapat digunakan untuk pemerataan listrik hingga ke daerah-daerah terpencil, menambah subsidi untuk masyarakat miskin, dan sebagainya.
"Tujuannya untuk diberikan kepada daerah-daerah terpencil yang lebih berhak, masih ada 12.000 desa belum terlistriki dengan baik. Dana ini akan digunakan untuk masyarakat yang berhak. Jadi tidak ada kenaikan, yang ada penurunan. Yang ada, mereka yang tidak berhak kami nyatakan berhenti mengambil dana subsidi dari pemerintah," tutupnya.
(dna/dna)











































