Verifikasi ini dilakukan untuk mengecek apakah data tersebut sudah benar atau tidak, jangan sampai subsidi salah sasaran pada masyarakat yang sudah mampu.
Data yang dicek kebenarannya oleh PLN berasal dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). TNP2K menyusunnya berdasarkan data 40% masyarakat dengan status sosial ekonomi terendah. Dari 40% masyarakat termiskin di Indonesia itu, diperoleh adanya 4,1 juta pelanggan listrik 900 VA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada kriteria-kriteria yang dibuat TNP2K untuk menetapkan 40% penduduk termiskin di Indonesia. Misalnya penilaian soal kepemilikan aset, perumahan, pekerjaan, tingkat pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.
"Kriterianya diambil dari berbagai variabel, misalnya rumahnya dinding dan atapnya dari apa," ucap Bambang.
Dari data itu, kemudian diputuskan bahwa subsidi listrik untuk 18,7 juta dari 22,8 juta pelanggan 900 VA harus dicabut secara bertahap mulai 1 Januari 2017.
Bambang menegaskan bahwa data TNP2K ini sudah cukup valid, sudah melalui pengecekan langsung ke lapangan. "Sudah diverifikasi di lapangan," tutupnya.
(mca/ang)











































