Tingkatkan Energi Panas Bumi, Wamen ESDM: Tidak Semua Negara Punya

Tingkatkan Energi Panas Bumi, Wamen ESDM: Tidak Semua Negara Punya

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 10 Jan 2017 13:18 WIB
Tingkatkan Energi Panas Bumi, Wamen ESDM: Tidak Semua Negara Punya
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Akhir pekan lalu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar melakukan kunjungan ke area panas bumi Kamojang di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN), untuk mencapai target bauran energi terbarukan tahun 2025 sebesar 23%, Arcandra menyampaikan akan mendorong pengembangan semua potensi energi terbarukan di Indonesia.

Ia menambahkan, melihat kondisi penurunan cadangan energi yang bersumber dari bahan bakar fosil maka pengembangan energi terbarukan bukan lagi menjadi suatu alternatif, melainkan sebuah keharusan.

"Namun, dalam pengembangan energi terbarukan, setiap negara melihat apa yang dinamakan kearifan lokal," tutur Arcandra dalam keterangan tertulis kepada media, Selasa (10/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arcandra mencontohkan, negara-negara di Eropa Barat seperti Denmark dan Belanda yang memiliki potensi energi angin yang besar memfokuskan pengembangan energi terbarukan pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), sedangkan Jepang berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

"Bagaimana dengan renewable energy di Indonesia? Panas Bumi adalah kearifan lokal kita. Karena tidak semua negara punya panas bumi. Karena itu pengembangan potensi panas bumi perlu kita dorong secepatnya," tandasnya.

Sebagai informasi, sejak dilakukan pengeboran pertama pada tahun 1924, pengembangan area Kamojang sempat terhenti. Pengembangan baru dilanjutkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1971 hingga 1979 yang berhasil mengembangkan pilot project berupa monoblok berkapasitas 0,25 MW yang merupakan PLTP pertama di Indonesia. Pengembangan area Kamojang terus dilakukan hingga saat ini dengan pengembangan PLTP Kamojang Unit I sampai V yang mencapai kapasitas 235 MW. (mca/mkl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads