Rakyat Miskin Masih Dapat Subsidi Listrik

Rakyat Miskin Masih Dapat Subsidi Listrik

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 12 Jan 2017 11:15 WIB
Rakyat Miskin Masih Dapat Subsidi Listrik
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Subsidi listrik selama ini salah sasaran, alias diberikan kepada masyarakat yang sudah mampu. Padahal, subsidi seharusnya diberikan kepada masyarakat tidak mampu.

Akibat salah sasaran, pemerintah harus menganggarkan subsidi hingga nyaris Rp 100 triliun untuk membantu pembelian listrik oleh masyarakat yang sudah mampu.

Pada 2011-2014, anggaran subsidi listrik selalu di atas Rp 90 triliun. Lalu pada 2015 subsidi listrik diturunkan menjadi tinggal Rp 56,6 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara tahun 2016 turun lagi ke Rp 50,6 triliun, dan memasuki tahun ini tinggal Rp 48,5 triliun. Mulai tahun ini, orang-orang mampu yang mengaku-ngaku tidak mampu tak lagi diberi subsidi.

Subsidi listrik hanya untuk masyarakat miskin supaya tepat sasaran. Tahun lalu ada 46 juta rumah tangga yang menikmati listrik subsidi, yaitu pelanggan PLN 450 dan 900 VA.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 juta rumah tangga merupakan masyarakat miskin. Tahun ini, 27 juta rumah tangga itu masih menikmati subsidi listrik.

Subsidi tetap diberikan karena terdaftar sebagai rumah tangga miskin oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Sedangkan sekitar 19 juta rumah tangga sisanya merupakan masyarakat mampu yang selama bertahun-tahun menikmati subsidi untuk masyarakat miskin. Golongan ini sudah tidak layak mendapat subsidi.

Akibat subsidi yang tidak tepat sasaran ini, PLN akhirnya mencabut subsidi untuk orang-orang yang sudah mampu per 1 Januari 2017.



"Sekitar 87% subsidi listrik pada 2015 dinikmati oleh rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA. Padahal tidak seluruhnya rumah tangga tersebut merupakan masyarakat miskin dan tidak mampu. Ada rumah tangga mampu yang turut menikmati," kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, kepada detikFinance, Sabtu (7/1/2017) lalu.

"Hal ini menyebabkan banyak masyarakat mampu yang masih menikmati subsidi, terutama pada pelanggan 900 VA," ucapnya.

Dana subsidi yang selama ini dipakai orang mampu akan dialihkan untuk melistriki 29 juta penduduk RI yang belum pernah menikmati listrik.

Saat ini juga ada sekitar 12.000 desa di seluruh Indonesia yang belum terlistriki dengan baik, 2.500 desa di antaranya tak berlistrik sama sekali alias masih gelap gulita di malam hari.

Para warga di desa-desa tak berlistrik tentu lebih layak disubsidi ketimbang orang-orang mampu di perkotaan.

Itulah sebabnya pada tahun 2017 ini pemerintah menerapkan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran terhadap rumah tangga 900 VA. (ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads