Uni Emirat Arab: Negeri Kaya Minyak yang Tak Mau Bergantung Minyak

Laporan dari Abu Dhabi

Uni Emirat Arab: Negeri Kaya Minyak yang Tak Mau Bergantung Minyak

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 16 Jan 2017 07:18 WIB
Uni Emirat Arab: Negeri Kaya Minyak yang Tak Mau Bergantung Minyak
Foto: Wahyu Daniel
Abu Dhabi - Negara ini salah satu penghasil minyak terbesar dunia. Produksi minyaknya mencapai 3 juta barel per hari. Sementata konsumsinya hanya 4-5% dari produksi tersebut, banyak yang diekspor.

Meski kaya minyak, namun Uni Emirat Arab (UEA) tidak mau menghamburkan minyaknya.

Demikian cerita dari Duta Besar RI Untuk UEA Husin Bagis di Abu Dhabi, saat ditemui di kantornya, Minggu (15/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Husin bercerita soal perkembangan energi terbarukan di negara kaya minyak ini. Karena Menteri ESDM, Ignasius Jonan, pernah bercerita soal murahnya listrik energi terbarukan di negara ini, hanya 2,99 sen per kwh.

Di UEA, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bisa memproduksi listrik dengan harga hanya US$ 2,99 sen/kWh alias Rp 390/kWh. Lebih murah dari Indonesia, Feed in Tariff untuk PLTS yang mencapai US$ 15 sen/kWh atau sekitar Rp 2.000/kWh.

"UEA berusaha mengurangi ketergantungan listrik dari minyak. Bahkan negara ini mau mempunyai pembangkit listrik tenaga nuklir bekerjasama dengan Korea. Rencananya mulai beroperasi tahun depan," kata Husin.

"Negara ini punya triliunan dolar dan zero corruption," imbuhnya.

Usaha UEA untuk mengembangkan energi terbarukan sangat besar. Negara ini punya kota percontohan pengembangan energi terbarukan bernama Masdar City, yang dikembangkan oleh Masdar, perusahaan asal UEA.

Negara ini mengembangkan teknologi energi terbarukan dengan menggandeng ahli-ahli asing. "Namun nantinya orang asing ini akan berkurang dan digantikan oleh orang lokal, karena pemerintahnya punya program itu lewat Kementerian Tenaga Kerja dan Emitarisasi," ungkap Husin.

Lewat teknologi inilah, lanjut Dubes, bisa membuat ongkos produksi listrik energi terbarukan tersebut murah.

Pemerintah Indonesia ingin mempelajari proses pengembangan energi terbarukan dari UEA. Jonan pada hari ini, Senin (16/1/2017), mengunjungi Abu Dhabi untuk melihat perkembangan energi terbarukan di negeri kaya minyak tersebut.

Bersama rombongan, ditencanakan akan hadir Direktur Utama 3 BUMN. Yaitu Dirut PT Pertamina (Persero), Dirut PT PLN (Persero), san Dirut PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). (dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads