Konsorsium Pertamina Siap Teken Kontrak PLTGU Jawa I

Konsorsium Pertamina Siap Teken Kontrak PLTGU Jawa I

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 25 Jan 2017 14:24 WIB
Konsorsium Pertamina Siap Teken Kontrak PLTGU Jawa I
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Konsorsium Pertamina-Maribeni-Sojitz menyatakan siap menandatangani Power Purchase Agreement (PPA) alias kontrak jual-beli listrik pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa I dengan PT PLN (Persero).

Authorized Representative of Consortium Pertamina-Marubeni-Sojitz, Ginanjar, menyatakan bahwa Konsorsium telah bersedia menerima Availability Factor sebesar 60% seperti keinginan PLN.

Artinya, PLN wajib membeli paling sedikit 60% dari listrik yang dihasilkan PLTGU Jawa 1. PLN terkena sanksi Take Or Pay apabila hanya mampu menyerap listrik PLTGU Jawa 1 kurang dari 60%. Sebelumnya Konsorsium meminta PLN menyerap minimal 85% listrik dari PLTGU Jawa 1, Take Or Pay dikenakan apabila listrik yang terserap di bawah 85%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah ini selesai, Konsorsium tak lagi meminta kenaikan Availability Factor.

"Konsorsium sangat solid dan siap menandatangani PPA PLTGU Jawa 1 dengan PLN. Tidak ada lagi isu teknis dan komersial karena konsorsium sudah menyelesaikan isu tersebut dan sepakati ekspektasi PLN dengan serapan 60%," kata Ginanjar melalui pesan singkat kepada detikFinance, Rabu (25/1/2017)

Kemudian soal isu bankability, konsorsium juga tak lagi meminta adanya LNG Sales Purchase Agreement (SPA). Konsorsium bersedia menandatangani PPA meski belum ada LNG SPA untuk menjamin pasokan gas ke PLTGU Jawa I.

"Isu Bankability sudah selesai dan Konsorsium tidak mempermasalahkan PPA ditandatangani sebelum adanya SPA LNG. Konsorsium sudah mengusulkan solusinya dan tinggal menunggu kesiapan PLN," ungkap Ginanjar.

Apabila tercapai kesepakatan, ia menambahkan, konsorsium melihat proyek PLTGU Jawa 1 bisa menjadi momentum terbaik buat Indonesia, konsorsium, dan juga PLN dimana secara teknis komersial ini akan menjadi benchmark baru tarif pembelian listrik oleh PLN dari PLTGU, serta memberikan jaminan kepastian berinvestasi di sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

"Proyek PLTGU Jawa 1 juga menjadi momentum penting Sinergi BUMN karena melibatkan dua BUMN besar yang bergerak dalam bidang energi serta dapat menjadi fundamen program kelistrikan 35.000 MW Pemerintah Indonesia," tukasnya.

PLTGU Jawa 1 merupakan pembangkit listrik berbasis gas terbesar di Asia Tenggara dan merupakan yang kedua di dunia yang mengintegrasikan FSRU (Floating Storage and Regasification Unit) dengan PLTGU (CCGT: Combined Cycle Gas Turbine), melibatkan 18 partner internasional maupun domestik yang bepengalaman dalam pembangunan FSRU dan CCGT seperti Samsung C&T, Samsung Heavy Industry, Meindo Indonesia dan Exmar sebagai operator FSRU. (mca/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads