Jonan ke Pejabat ESDM: Harus Tahu Harga Barang Hingga Mur dan Baut

Jonan ke Pejabat ESDM: Harus Tahu Harga Barang Hingga Mur dan Baut

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 26 Jan 2017 12:57 WIB
Jonan ke Pejabat ESDM: Harus Tahu Harga Barang Hingga Mur dan Baut
Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menyaksikan penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa senilai Rp 284 miliar. Dalam sambutannya, Jonan mengingatkan setiap pejabat yang ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) harus tahu detail harga barang.

Bahkan, hingga barang terkecil seperti mur dan baut.

"Saya ingin semua eselon I ini bahas detail. Itu mur sama baut harganya berapa. Itu penting loh, kalau tidak bisa jawab saya suruh keluar. Ini penting, kenapa? Pengguna anggaran itu menteri, kalau ditanya Pak Presiden itu harga PLTS di NTT berapa harga satuannya? Output-nya berapa? Baterainya merek apa, daya tahan berapa? Harus bisa jawab," kata Jonan dalam acara penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa Kementerian ESDM, Kamis (26/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jonan berbagi pengalaman seputar kemampuan untuk mengetahui harga barang. Saat masih menjabat Menteri Perhubungan, Jonan pernah ditanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja di Bandara Wamena, Papua.

Jokowi menanyakan soal harga tanah untuk membangun Bandara Wamena.

"Selama di Kementerian Perhubungan, saya selalu dampingi Pak Presiden mengunjungi lokasi, yang saya ingat itu peresmian terminal baru Bandara Wamena, beliau lihat-lihat dan tanya, harga bangunan per meter persegi berapa? Saya jawab Rp 13 juta per meter," kata Jonan.

"Presiden tanya kok murah? Saya jawab ya karena saya enggak pintar korupsi. Kalau sudah pintar mungkin mahal. Itu bangun Bandara Wamena hanya setahun, belum ada akses jalan dari manapun, tingginya 5 ribu mdpl, jadi semen besi diangkut pakai Hercules. Bisa lebih mahal itu harusnya," lanjut mantan Menteri Perhubungan itu.

Bukan itu saja, Jokowi juga pernah bertanya ke Jonan soal harga bantalan kereta api saat kunjungan kerja ke Proyek Kereta Bandara Minangkabau, Sumatera Barat.

"Pas pembangunan jalur rel kereta Padang ke bandara, ditanya ini harga bantalan rel berapa? Kalau orang enggak tahu sulit (jawab), saya jawab Rp 525 ribu satu bantalan. 2 minggu lagi kita ke proyek aktivasi kereta Binjai-Besitang panjangnya 80 km, ditanya lagi harga bantalan, saya jawab Rp 575 ribu," ujar Jonan.

"Presiden tanya lagi, kok harganya beda dengan di Padang. Ya ini belum ada pabriknya di sini, bantalan rel harus dikapalkan dari Jawa," ungkap Jonan lagi.

Hal tersebut yang menurut Jonan, juga harus diterapkan di Kementerian ESDM. Dirinya meminta semua pejabat KPA bisa mengetahui harga pasaran item yang ditenderkan.

"Kalau 3 kali ditanya enggak bisa jawab, harus mengulang lagi. 3 kali her-nya (mengulang). Kalau belum bisa jawab saya suruh keluar, menteri boleh enggak tahu 55%, kalau dirjen harus tahu 99%, tak perlu mengerti bisnisnya, tapi minimal mengerti harganya," tegas Jonan. (idr/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads