"(Tahun ini) 24 ribu (konverter kit). Itu kira-kira Rp 208 miliar anggarannya," ungkap Jonan saat melakukan kunjungan kerja di Karangasem, Bali, Jumat (27/1/2017).
Konverter kit yang dibagikan itu meliputi mesin, tabung, longtail, dan konverter kit, dengan nilai kisaran Rp 7 juta-Rp 12 juta setiap setnya. Dan para nelayan akan dibagikan secara cuma-cuma oleh pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulainya Maret, itu bertahap sampai Desember. Biasanya sih lelang per paket ya, jadi pembagian 50 paket per hari," terang Jonan.
Tujuan dari pemberian konverter kit ini sendiri, kata Jonan, ialah untuk mempermudah serta meringankan beban para nelayan dalam mencari hasil tangkapan di laut. Dengan alat ini, para nelayan nantinya dapat mengoperasikan perahunya dengan BBG yang lebih murah dibanding menggunakan BBM.
"Biayanya jadi lebih hemat. Tadi dikatakan salah satu nelayan, kalau hematnya Rp 30 ribu sehari, serius itu. Kalau kali sebulan beda Rp 30 ribu, itu beda hampir Rp 1 juta. Jadi ini yang kita harapkan untuk bantu," terangnya.
"Kita semua berharap bahwa, masyarakat kita itu, dengan upaya sendiri semakin lama itu semakin makmur. Nah ini sebagai jembatan saja, gap, jadi kalau ada yang membutuhkan ya terus (diberikan). Sampai suatu hari tidak membutuhkan, ya kita alihkan ke kebutuhan lainnya," sambung dia.
Sementara itu, Direktur Jendral Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menambahkan, pemberian konverter kit di 2017 ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu.
"Tahun 2016 kita kan 5.000 unit ya, kalau tahun ini 2017 naik ke 24.000 unit, hampir lima kalinya. Karena manfaatnya banyak sekali, jadi kita langsung ke usulkan ke DPR kemarin. Tahun 2016 anggarannya mendekati sekitar mendekati Rp 50 miliar, kalau sekarang anggarannya lebih dari Rp 200 miliar. Daerahnya lebih luas, jumlah nelayannya lebih banyak," tutur Wiratmaja. (hns/hns)











































