Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi, mengatakan target selesainya proyek tersebut tetap sesuai target, yakni Juli 2019.
"Balikpapan Juli 2019 (selesai). Sekarang site preparation, saat main equipment datang nanti dermaga (jetty) dan lainnya sekarang sudah siap. Akhir Februari akan ada groundbreaking sama Presiden," jelas Hardadi, di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Senin (30/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jetty dipakai untuk bawa barang masuk equipment ke proyek, selesai 1 tahun. Jadi 2018 ketika mesin datang maka jetty sudah bisa dipakai. Selain itu lagi proses demolition, pembangunan apartemen dan perumahan selesai Maret 2017," ujar Hardadi.
"BED (desain teknik dasar) selesai akhir Januari ini. FEED (front end engineering design) selesai Juni 2017. Konstruksi dimulai Juli 2017 sampai Juli 2019," tambahnya.
Proyek kilang Balikpapan terdiri dari 2 tahap yang kesemuanya selesai pada Juni 2021, lebih cepat 22 bulan dari yang ditargetkan. Proyek RDMP diperkirakan membutuhkan pendanaan US$ 4,6 miliar, dan dikerjakan dalam 2 tahap. Tahap pertama selesai tahun 2019 dan tahap kedua pada 2021.
Kilang Balikpapan yang kapasitas produksinya saat ini 260.000 barel per hari (bph), akan meningkat menjadi 360.000 bph setelah modifikasi. Produk-produk BBM dari kilang Balikpapan yang sekarang masih Euro 2 akan ditingkatkan hingga Euro 5.
Proyek ini dikerjakan sendiri oleh Pertamina tanpa mitra, berbeda misalnya dengan GRR Tuban yang dikerjakan dengan Rosneft atau RDMP Cilacap yang digarap bersama Saudi Aramco. (idr/wdl)











































