Perizinan Investasi ESDM Cuma 3 Jam, Jonan: Bisa Tarik Rp 500 T

Perizinan Investasi ESDM Cuma 3 Jam, Jonan: Bisa Tarik Rp 500 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 30 Jan 2017 13:26 WIB
Perizinan Investasi ESDM Cuma 3 Jam, Jonan: Bisa Tarik Rp 500 T
Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - Masih banyak investasi di sektor ESDM yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu yang masih menjadi kendala adalah proses mendapat izinnya yang begitu lama.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, target investasi sektor ESDM pada 2017 diperkirakan sekitar US$ 43 miliar atau Rp 568 triliun (kurs Rp 13.000/US$).

Salah satu upaya mengejar target investasi di sektor ESDM adalah dengan meluncurkan layanan percepatan izin investasi. Layanan tersebut dinamai ESDM3J yang mana bisa menerbitkan izin sementara bagi investasi hanya dengan waktu 3 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari target investasi tersebut, Jonan menyebutkan, investasi di sektor ketenagalistrikan dan panas bumi sekitar Rp 135 triliun, sektor minerba sekitar Rp 91 triliun, sedangkan sektor migas mencapai Rp 276 triliun.

"Jadi total Rp 500 triliun, saya rasa tiga tidak undang siapa-siapa ini bisa tercapai dari pada undang terus, mohon BKPM lebih proaktif semua setelah perizinan dari sini bisa lebih cepat," kata Jonan di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Jonan menyebutkan, layanan proses perizinan ESDM3J baru melingkupi sektor kegiatan usaha di ketenagalistrikan dan migas. Di mana, kedua sektor ini sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia.

Tidak jarang, sambung Jonan, banyak pelaku usaha di sektor migas yang mengeluhkan masih belum stabilnya harga minyak dunia. Hal tersebut juga menjadi tantangan pemerintah untuk merealisasikan target investasi di sektor ESDM pada tahun ini.

"Kalau harga minyak turun lagi dibawah US$ 50 mungkin komitmen investasi akan turun. Kalau naik terus US$ 55 atau segala macam mungkin minatnya masih ada. Kalau tanya migas, keluh kesahnya banyak. Memang sektor migas itu sektor migas dan keluh kesah," jelasnya.

Oleh karena itu, Jonan berharap dengan diluncurkannya proses layanan percepatan izin di sektor ESDM dapat merealisasikan target investasi di 2017 yang sekitar Rp 568 triliun.

"Dengan program ESDM3J ini, kami harap target investasi tahun 2017 dapat tercapai," kata dia.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memprediksi layanan perizinan 3 jam bisa meningkatkan kontribusi investasi di sektor ESDM menjadi 20%-50% terhadap investasi nasional.

Ia mengatakan, target realisasi investasi nasional pada tahun 2017 mencapai Rp 678,8 triliun.

"Perkiraan saya 2017-2018 sekitar 20%-50% total investasi nasional di bidang energi migas dan listrik, tahun ini target investasi nasional kita Rp 678 triliun berarti kalau 20% ya Rp 140 triliun, kalau 50% ya Rp 340 triliun, " kata dia.

Menurut Thomas, minat investasi di sektor ESDM sangat besar, apalagi pada sektor ketenagalistrikan dan sektor migas baik PMDN maupun PMA. Hal itu juga yang membuat layanan ESDM3J memfasilitasi 2 sektor tersebut.

"Data BKPM kita sudah susun top 100 proyek di PMDN dan PMA, saya lumayan kaget, listrik dan migas banyak sekali, jadi memang dan ini berdasarkan data izin prinsip, ini investor yang udah daftarkan dengan bisnis plan dengan nilai saya kira Rp 200 triliun ada," ungkapnya.

Sedangkan untuk sektor minerba, Thomas menyebutkan masih belum dimasukan ke dalam layanan ESDM3J. Sebab, potensi bisnis di sektor ini memiliki dampak langsung ke lingkungan hidup dan diperlukan kajian teknis yang lebih mendalam.

"Smelter ini memang potensi dampak ke lingkungan hidup dan dari sisi tenaga kerja asing itu lebih ruwet daripada pembangkit listrik yang masih terkendali postensi dampak ke lingkungannya, memang butuh banyak keterlibatan teknis dari kementerian teknis, enggak bisa sepenuhnya dialihkan ke BKPM, karena kalau smelter ada kecelakaan, dampak lingkungan hidup dan komunitas setempat dahsyat sekali, kalau pembangkit listrik enggak terlalu besar," kata dia. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads