Bos Total E&P Indonesie Sambangi Luhut Pagi Ini

Bos Total E&P Indonesie Sambangi Luhut Pagi Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 01 Feb 2017 11:00 WIB
Bos Total E&P Indonesie Sambangi Luhut Pagi Ini
Foto: Istimewa
Jakarta - Pagi ini, bos perusahaan migas asal Prancis, yaitu Total E&P Indonesie menyambangi kantor Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Dia adalah President & General Manager Total E&P Indonesia Arividya Noviyanto bersama Hardy Pramono.

Tiba pada pukul 10.00 WIB, Hardy yang mengetakan batik lengan panjang berwarna biru langsung menyalami para penjaga keamanan gedung Kemenko Kemaritiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedatangan dua orang petinggi Total E&P Indonesie ini lebih cepat 30 menit dari agenda yang dijadwalkan. Dari agenda yang dijadwalkan, pertemuan baru akan dimulai pada pukul 10.30 WIB.

Hardy menyebutkan, kedatangannya di Kantor Kemenko Kemaritiman hanya silaturahmi sekaligus memberikan update mengenai usaha Total E&P Indonesie.

"Datang saja, mau update-update," kata dia, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Pada kesempatan yang sama, Arividya mengungkapkan hal sama, kedatangannya di Kemenko Kemaritiman hanya untuk memberikan update.

"Halo, iya mau update," singkatnya.

Seperti diketahui, Total (operator Blok Mahakam dengan 50% participating interest, 50% Inpex Ltd) akan mengakhiri kontraknya setelah hampir 50 tahun beroperasi di Mahakam PSC pada 31 Desember 2017. PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah Indonesia sebagai operator baru per 1 Januari 2018.

Tahun ini akan menjadi krusial untuk proses transisi ini, dan untuk tujuan tersebut Total E&P telah membentuk sebuah unit khusus pada Desember 2015 bernama Transition Mahakam Operatorship (TMO).

Meski mengoperasikan banyak lapangan tua di Blok Mahakam, Total E&P dengan dukungan SKKMigas, telah berhasil menjaga produksi tetap baik. Produksi gas (inlet) pada 2016 mencapai rata-rata 1,64 BCFD dan 64.000 BOD likuid (minyak dan kondensat).

Untuk tahun ini, Total E&P memproyeksikan produksi di Blok Mahakam mencapai 1,43 BCFD untuk gas, dan 53.000 BOD untuk likuid, sebagaimana dinyatakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran 2017 (WP&B 2017). (mca/mca)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads