"Di tengah kinerja keuangan yang cukup baik, itu diputuskan untuk ada penggantian orang penting dalam perusahaan itu yakni Direktur Utama dan wakil direktur utama, ini menurut saya mengejutkan," katanya saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (5/2/2017).
"Keputusan itu cukup mengejutkan karena di DPR itu kan ukuran korporasi berdasarkan kinerja. Kinerja diukur daripada bagaimana mereka menyumbangkan dan berkontribusi terhadap negara. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa Pertamina menyumbang cukup besar di dalam keuntungan itu," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan Pertamina dulu mempunyai beberapa Wakil Direktur. Ada yang namanya pak Mustikus saleh, ada yang namanya pak Iin Arifin Pakyan. Tidak ada masalah karena pembagian tugasnya benar. Tapi kalau kemarin yang saya dengar kan ada yang janggal dalam scope pekerjaan. Itu tak lepas dari scope yang harusnya diambil di dewan komisaris," tutur dia.
Sebelumnya diberitakan bahwa Dwi dan Ahmad tidak kompak dalam menjalankan kepemimpinannya di Pertamina. Keduanya dianggap cenderung berjalan sendiri-sendiri dengan minimnya koordinasi.
"Sebetulnya kita berharap tidak ada konflik apalagi yang bersifat pribadi, maka peranan daripada Dewan Komisaris harus bisa meredam itu. Karena sebetulnya ini tidak merefleksikan kinerja mereka. Kinerjanya bagus kok. Jadi kan agak repot. Kecuali kalau misalkan dianggap tidak bisa berkomunikasi dan dampaknya terhadap kinerja. Ini masih bisa masuk akal. Ini kan kinerjanya membumbung tinggi. Bahwa Pertamina sepanjang sejarah baru kali ini mempunyai capaian yang sedemikian tinggi," tandasnya. (mkj/mkj)











































