Terkait hal ini, Ahmad Bambang mengaku tak tahu persis penyebab pemberhentiannya. Tetapi ia tak keberatan, keputusan pengangkatan dan pemberhentian direksi sepenuhnya kewenangan pemegang saham.
"Saya terus terang enggak tahu (alasan pemberhentian). Tapi enggak masalah, kita kerja harus ikhlas," kata Bambang, saat dihubungi detikFinance, Senin (6/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia belum menentukan masa depannya, setelah tak lagi menjadi Wadirut Pertamina. Untuk sementara ia ingin beristirahat dulu saja. "Saya belum bisa menentukan," ujarnya.
Soal rencana Menteri BUMN Rini Soemarno untuk memanggil dirinya dan Dwi Soetjipto, sampai saat ini belum ada jadwal pertemuan. "Belum dijadwalkan, belum dipanggil," tutupnya.
Baca juga: https://finance.detik.com/wawancara/3402919/rencana-pertamina-caplok-spbu-di-eropa-hingga-bikin-mobil-listrik
Sebagai informasi, Kementerian BUMN menyatakan, pencopotan Ahmad Bambang telah dipertimbangkan secara matang baik oleh jajaran komisaris maupun Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Pertamina.
Salah satu masalah yang disoroti adalah kepemimpinan Ahmad Bambang yang dianggap kurang bisa bekerja sama dengan Direktur Utama. Padahal, dengan jabatannya sebagai Wadirut, harusnya ia bisa mendukung kinerja Dirut. (mca/wdl)











































