PT EWP Indonesia, mitra Adaro Power di TPI dimiliki oleh perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), yakni Korea East West Power Co Ltd. Korea Development Bank (KDB) menjadi salah satu lender untuk proyek PLTU Tabalong.
Sekarang PLTU Tabalong sudah Financial Close (penuntasan pendanaan) pada Januari lalu dan sudah mulai konstruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat puncak EPC (Engineering Procurement and Construction) maksimum pekerja asing 200 orang, sekarang baru 60 orang dari Korea," kata Mustiko dalam diskusi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (6/2/2017).
Proyek ini tak akan didominasi pekerja asing, karena akan ada 2.000 pekerja lokal pada saat yang sama. Saat ini 60 tenaga ahli dari Korsel sudah didatangkan untuk membantu pembangunan PLTU Tabalong.
"Pekerja lokalnya pada saat yang sama 1.500-2.000 orang," ucapnya.
PLTU Tabalong 2 x 100 MW dijadwalkan akan selesai dan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada kuartal I-2019. Kontrak PPA berlaku selama 25 tahun. Setelah itu pembangkit akan menjadi milik PLN karena menggunakan pola kerja sama Build, Own, Operate, Transfer (BOOT). (mca/wdl)











































